Beranda » Post » Gara Gara Lahan Tambang di Alason, Kepala Ko Berry Di Sabet Cakram

Gara Gara Lahan Tambang di Alason, Kepala Ko Berry Di Sabet Cakram

MITRA, INC — Pada Hari Minggu tanggal 07 Februari 2022 sekira pukul 04.00 wita telah terjadi Penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam jenis (cakram) di Desa Ratatotok Satu Kec.Ratatotok Kab.Mitra tepatnya di lokasi pertambangan (ALASON).

Berdasarkan data yang diperoleh media ini, Korban bernama Berry Bertandus alias (ko Bery, 43). Korban berdomisili di Perum korpri no. 17/18 Desa Dimembe Kec.Mapanget Kab.Minut

Berdasarkan keterangan saksi Adri Ruindungan alias (Sepo), warga Desa Basaan Dua Jaga IV Kec.Ratatotok Kab.Mitra. Pada awalnya korban dan saksi sedang berada di camp di Lokasi pertambangan Alason, kemudian melihat adanya alat berat sedang bekerja saksi bersama korban pergi bertemu kepada 2 (dua) orang lelaki yang menjaga alat berat tersebut dan kedua lelaki sedang memegang senjata tajam jenis (cakram). kemudian

Saat itu, korban (ko bery) menegur kepada salah seorang dari mereka dan berkata, ” Bro, jangan dulu bekerja di lokasi ini karena lokasi ini masih dalam proses sengketa maka salah seorang dari mereka berkata, ” Torang kwa cuma boss ada suruh, kata orang tersebut.

Selanjutnya alat berat (exavator) dan kedua lelaki tersebut langsung meninggalkan lokasi, setelah itu saksi dan korban jugeninggalkan lokasi Alason.

Tak lama berselang, saat Korban bersama saksi sedang berada di tengah jalan tiba-tiba dihadang oleh beberapa orang (massa) kurang lebih 50 orang sambil memegang senjata tajam jenis tombak dan cakram lalu mengepung saksi dan korban. Tiba-tiba saksi mendengar suara korban berteriak, ” Sepo, so basah kita,” teriak korban.

Saat itu.juga saksi mendekati korban yang telah mengeluarkan darah di bagian kepala lalu datanglah lErwin Tendean dan Jems Kembar dan berkata kepada massa tersebut “brenti-brenti jo, napa ngoni so potong itu satu orang,” teriak keduanya.

Mendengarkan itu datanglah rekan-rekan korban, Angki Lumintang, Dani Worotikan, Oding Sambeka, Ronald Wonok melihat bahwa korban sudah mengalami luka robek di kepala.

Diketahui, akibat penganiayaan tersebut Korban Berry Bertandus mengalami luka robek di bagian kepala.

Usai kejadian, saksi bersama dengan rekan-rekan korban yang lain langsung membawa korban ke RSUP Ratatotok-Buyat untuk mendapatkan perawatan.

Berdasarkan info yang dihimpun media ini. Permasalahan terjadi karena ada sengketa lahan tanah di lokasi TKP antara lelaki Wayan Sunarta dan Michael Lengkong Waleleng.

Adapun perkara ini telah bersidang di Pengadilan Negri Tondano dan putusannya bahwa lelaki Michael Lengkong Waleleng menang dan lelaki Wayan Sunarta melakukan banding di PT. Manado dan sekarang sedang berlangsung pemeriksaan di tingkat banding.

Adapun Lelaki Michael Lengkong Waleleng di sponsori atau di danai oleh lYandri Oroh. Sedangkam Wayan Sunarta di sponsori atau di danai oleh lRonaldi Berry Bertandus sebagai manager atau di beri kuasa oleh Roland untuk mengurus usahanya di Alason tersebut.

Sementara itu, Sat Reskrim Polres Minahasa Tenggara yang melakukan penyelidikan terkait peristiwa tersebut menduga kemungkinan tersangka yang melakukan penganiayaan kepada Berry Bertandus adalah kedua lelaki yang di tegur pada saat melakukan pengawasan alat berat di lokasi Alason,dengan membawa senjata tajam jenis (cakram).

Sat Reskrim Polres Minahasa Tenggara sendiri sampai berita ini diturunkan sedang melakukan pendalaman dan penyelidikan terkait Peristiwa Penganiayaan menggunakan senjata tajam jenis (cakram) di lokasi pertambangan Alason tersebut.