FANI LEGOH: KEBANGKITAN ORMAS ADAT SIMBOL BANGKITNYA KEMBALI BUDAYA MINAHASA

DeprovSulut, INewscrime – Ormas adat yang belakangan ini merebak di hampir seluruh wilayah Minahasa bahkan di luar Minahasa seakan menjadi fenomena baru di tanah Toar Lumimuut ini.

Hal tersebut memantik beragam reaksi dikalangan masyarakat. Ada yang merespon positif hal tersebut. Namun tak sedikit pula yang menanggapi hal tersebut dengan sinis. Ada yang beranggapan dengan semakin banyaknya ormas adat justru berpotensi menciptakan sentimen antar ormas, bahkan sampai ada yang beranggapan hal tersebut akan menciptakan premanisme baru yang berlindung dibawah panji ormas adat.FANY LEGOH : LEGISLATOR SULUT DARI FRAKSI PDI- PERJUANGAN

Menanggapi itu Fani Legoh Legislator PDI-P  dapil Tomohon Minahasa yang duduk di komisi 2 berpendapat bahwa justru dengan semakin banyaknya ormas adat pertanda bahwa budaya Minahasa telah bangkit kembali. Dirinya mencontohkan kalau dulu sangat sedikit kelompok Kabasaran tapi sekarang hampir semua desa di Minahasa sudah kembali mempunyai kelompok kabasaran. Begitu pula dengan budaya budaya minahasa lainnya mulai dari tari tarian sudah kembali di sukai oleh generasi muda semisal tari maengket, tari pisok, musik bambu, floit dan banyak lagi budaya minahasa lainnya kembali hidup lewat Keberadaan ormas ormas adat ini. 

” Saya memberi apresiasi positif terhadap keberadaan ormas ormas adat ini sebagai simbol kembali bangkitnya kebudayaan di tanah Minahasa, ujarnya pada media saat diwawancarai terkait hal tersebut.

Lanjut dirinya mengatakan yang menjadi persoalan sekarang adalah bagaimana ormas ormas adat ini menjaga eksistensinya sehingga tidak tergerus dalam hal hal yang nantinya justru akan menodai nilai nilai kebudayaan yang melekat pada ormas ormas adat tersebut.  Sehingga tidak ada kesan bahwa keberadaan mereka hanya menunggangi kelompok bahkan mungkin parpol tertentu, ” pungkasnya. 

 (BoB)