Ditreskrimsus Polda Sulut “Tidur”, Kasus Pasar Restorasi, Bagaimana???

Gedung Pasar Restorasi Kayu Bulan Malalayang  (Foto Istimewa)

MANADO, (INC) – Dugaan penyalahgunaan anggaran Proyek Pasar Restorasi kayu bulan, malalayang, yang di periksa Penyidik Polda Sulut dari Tahun 2019 sampai saat ini 2020 belum ada titik terang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umun dan Penataan Ruang (PUPR) kota Manado Bart Assa sempat dimintai keterangan oleh Penyidik Ditkrimsus Polda Sulut pada, Rabu (20/11/2019).

Mantan PLT Sekretaris kota Manado itu mengatakan, dirinya ditanya penyidik menyangkut pembebasan lahan hingga proses pembangunan pasar Restorasi  yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBD) Kota Manado Seķitar Rp. 17 Miliar.

Penggunaan Anggaran Pembangunan Pasar Restorasi Malalayang:

Sementara itu pembangunan pasar ini dimulai sekitar tahun 2016 silam dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Manado senilai Rp 4.867.156.000.

Bulan Juli 2017, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kota Manado melanjutkan pengembangan pasar Malalayang dengan anggaran sekisar Rp 9.802.300.000.

Pada Bulan Juni 2018, melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan kota Manado kembali melakukan penambahan Pengadaan Bangunan Pasar Restorasi melalui anggaran DAK sebesar Rp 1.128.574.000.

September 2018, kembali melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Pemkot Manado melakukan pembangunan pasar Restorasi Tahap 2 dengan anggaran Rp 1.970.800.000.

Menurut Pengamat Hukum Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado Toar Palilingan SH MH mengatakan, penyidik harus profesional menangani kasus dugaan korupsi itu, dan fokus menuntaskannya, apa lagi jika ditemukan alat bukti yang kuat agar tidak menjadi tunggakan kasus, dan orang yang telah diperiksa harus mendapat kejelasan dan status hukum yang pasti.

“Sebaiknya Kapolda Sulut Irjen Pol Royke Lumowa memberikan target kepada penyidik agar ada progres terhadap kasus korupsi yang juga sudah menjadi perhatian Kapolri Idham Aziz dan Presiden Jokowi, agar lebih profesional, apa lagi menyangkut proyek yang menggunakan anggaran negara,” kata Palilingan, Senin (30/3/2020).

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast SIK ketika dikonfirmasi awak media, mengatakan sejauh ini kasus tersebut masih berjalan, namun untuk progresnya penyidik belum memberikan informasi lanjut.

“Kasusnya masih ada, tapi sejauhmana itu, saya belum mendapat laporan,” kata Abast Senin (30/3/2020). (#mess)