Dilantik Ketua Pengadilan Tinggi, dr Andi Silangen Resmi Ketua DPRD Sulut

Foto (ist) : dr Fransiskus Andi Silangen Saat diambil Sumpah Oleh Ketua Pengadilan Tinggi Sulut.

MANADO, INC — Setelah terpilih lewat proses Fit and Proper Test yang dilakukannoleh DPP PDI Perjuangan, Fransiskus Andi Silangen akhirnya resmi menjabat sebagai Ketua DPRD Sulut menggantikan Andrei Angouw yang mundur karena mencalonkan diri sebagai calon Walikota Manado  pada Pilkada serentak tahun 2020.

Adapun pelantikan Silangen dilakukan dalam rapat paripurna istimewa peresmian pimpinan lembaga legislatif, senin (26/10). Dalam sidang paripurna yang dipimpin Victor Mailangkay selaku pimpinan sementara DPRD Sulut.

Diawali dengan pembacaan Surat Keputusan dari Menteri Dalam Negeri RI tentang peresmian pengangkatan ketua DPRD Sulut oleh Plt Sekwan Asiano Gemmy Kawatu sekaligus Surat Keputusan pemberhentian Andrei Angouw sebagai Ketua DPRD. Peresmian dan pengangkatan Ketua DPRD Sulut sekaligus pengucapan sumpah dan janji dilakukan Ketua Pengadilan Tinggi Negeri Sulawesi Utara Arief Supratman dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara yang disaksikan pimpinan serta seluruh anggota DPRD, PJ Gubernur Agus Fatoni, mantan ketua DPRD Andrei Angouw, unsur forkopimda dan undangan yang hadir.

Pada konferensi pers usai paripurna, Silangen mengatakan akan melanjutkan apa yang sudah dikerjakan Ketua DPRD sebelumnya agar lebih optimal lagi.
” Tetap menjalin sinergitas dengan eksekutif yang sudah terbangun dengan luar biasa. Saling mengingatkan, saling melakukan kontrol untuk tujuan kesejahtraan rakyat,”tegas Silangen

Lanjut dokter ahli bedahtulang ini mengatakan bahwa menjadi Ketua DPRD tidak gampang, “ada tanggung jawab besar yang harus dikerjakan, makanya saya akan melanjutkan apa yang sudah dilakukan oleh Pak Ketua Andre,” kata Silangen.

Ditanya wartawan terkait target Perda yang akan diselesaikan DPRD Sulut pasca dirinya memimpin Silange mengatakan, “ada dua Perda yang akan dituntaskan sebagai target jangka pendek dari kerja politik pasca ditetapkan sebagai Ketua DPRD yakni Ranperda Fakir Miskin dan Ranperda Pohon, “Paling tidak dua Ranperda ini akan diselesaikan,” tukas Silangen.

Saat ditanyakan soal perjalanan dinas anggota DPRD Sulut, Suami tercinta dari Kadis Sosial Provinsi dr Rinny Tamuntuan ini mengatakan itu sebagai hal yang normatif.

” Ya kalau perjalanan dinas, Saya kira normatif. Apa yang dilakukan oleh anggota dalam sebulan dua kali keluar ya nggak ada yang berlebihan dan semua itu untuk kepentingan rakyat, “tandas Silangen.

(**/Redaksi)