Di Duga Bermasalah Warga Desak Polisi & Jaksa Telusuri Kembali PBL 2015 Di Kec Paal II

Ket Foto: Wawali Manado Moor Bastiaan Saat Memberi Pengarahan Di Hadapan Pala Sekota Manado Terkait PBL

Manado, INewsCrime.com- Program berbasis lingkungan adalah salah satu progranm unggulan pasangan Walikota GSVL & Moor Bastiaan yang secara langsung manfaatnya sudah banyak dirasakan oleh warga Kota Manado.

Tak sedikit warga memberi apresiasi terhadap program pemerintah ini. Namun disayangkan ketulusan hati walikota Manado GS Vicky Lumentut dan Wawali Moor Bastiaan untuk membangun Kota Manado ini tanpa sadar di nodai oleh ulah aparat di tingkat Kecamatan yang secara sengaja memerintahkan para kepala lingkungan di beberapa kelurahan yang ada di Kecamatan Paal 2 untuk menyerahkan pada pihak ketiga pekerjaan fisik maupun sosial dari PBL tersebut namun sayangnya sampai batas waktu yang ditentukan pihak ketiga tidak memenuhi kewajiban mereka.

Hal ini di akui oleh sejumlah Pala aktif maupun yang sudah tidak aktif lagi yang ada di kelurahan kelurahan yang ada di Kec Paal 2. Pada media ini salah seorang pala yang sudah tidak aktif lagi di Kekurahan Kairagi Weru mengakui bahwa mereka di hubungi oleh oknum camat di Kecamatan Paal 2 waktu itu (tahun 2015) untuk menyerahkan rekening KMM kepada pihak kecamatan namun karena tau itu menyalahi prosedur mereka tidak mau menyerahkan rekening KMM kala itu pada pihak kecamatan imbasnya saat seleksi Kepala Lingkungan Tahun 2016 hampir semua kepala lingkungan di kelurahan tetsebut di ganti.

“Saya berani bersaksi terkait ini bahkan kalau di perlukan saya punya bukti yang sampai hari ini saya simpan,” ujar Pala tersebut.

Lain lagi dengan salah seorang Pala di Kelurahan Dendengan luar karena takut dianggap tidak loyal, saat itu sebagian besar pala di kelurahan dendengan luar mengikuti instruksi tersebut alhasil ada beberapa titik lampu solar cell tidak terpasang dan fasilitas sosial hingga saat ini tidak jelas di mana keberadaannya. Hal yang sama diakui oleh sejumlah Kepala lingkungan di Kelurahan Ranomuut dimana sejumlah fasilitas sosial yang pengadaannya diserahkan pada pihak ketiga sampai saat ini tidak jelas keberadaannya.

Mantan Camat Paal 2 Reyn Heydemans saat di konfirmasi mengatakan PBL 2015 sudah tidak ada masalah bahkan sudah di periksa inspektorat dan tidak ada temuan. Di pihak lain sepanjang tahun 2016 pihak inpektorat tetap bersikukuh bahwa tidak ada temuan pelanggara untuk PBL 2015.

Salah seorang warga Ranomuut yang juga pemerhati masalah sosial di Kota Manado Gustaf Sabanari mengatakan hal ini memungkinkan terjadi karena lemahnya pengawasan dari stakeholder terkait dengan PBL ini, “sayang program yang begitu baik dari pemerintah Kota Manado ternodai oleh ulah segelintir oknum yang ingin memperkaya diri sendiri, kalau memang ini terbukti kepolisian dan kejaksaan harus turun tangan menelusuri ini, “pungkas Gustaf yang juga salah satu tokoh agama di Kelurahan Ranomuut ini.
(Tim Redaksi)