Bolmong Bolsel Memanas, Sako Himbau Bersabar Sambil Tunggu Putusan MA

INC, Manado — Sempat mereda sekitar 2 tahun pasca putusan dari Kemendagri RI. Problem tapal batas kembali meruncing di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) dan Bolaang Mongondow (Bolmong) Induk.

Sontak hal tersebut menjadi kekhawatiran buat warga masyarakat dua Kabupaten di bolmong Raya ini.

Tak.ketinggalan, Wakil rakyatpun ikut angkat suara agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) didesak ambil langkah. Hal.tersebut dikatakan oleh Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut), Hanafi Sako.

Saat di mintai tanggapannya,Tomi Sako, sapaan akrabnya menghimbau pada pada kedua Kabupaten yaitu Bolmong dan Bolsel untuk bersabar. Ini demi menjaga stabilitas keamanan di daerah masing-masing.

“Saya sebagai masyarakat, sebagai juga representasi masyarakat Bolmong Raya menghimbau kepada Bolmong Selatan dan bolmong Induk, menahan diri. Dalam hal ini menjaga stabilitas yang sudah kondusif supaya mengaja hal-hal yang tidak diinginkan bersama,” pinta politisi Partai Golongan Karya ini.

Lanjut Sako, kemudian kepada Pemprov Sulut untuk menengahi persoalan ini. Baik tehradap pihak pemerintah Bolmong maupun Bolsel.

“Supaya apa yang diharapkan pusat dan provinsi tentang stabilitas keamanan dapat terjaga,” pungkasnya.

Di jelaskan oleh Sako, memang secara yuridis, batas Bolsel itu sebelumnya sudah didatangi kementerian dalam negeri (kemendagri) namun ada yang melakukan judicial review, dipicu adanya aktivitas pembangunan di perbatasan. Olenya Sako menganjurkan, agar kedua daerah bersabar supaya di masyarakat perbatasan tidak terjadi konflik.

“Ini putusan MA (Mahkamah Agung) kita tunggu saja. Harapannya apa yang diputuskan boleh diterima kedua belah pihak,” ungkapnya.

“Bisa jadi nantinya, kami pihak Komisi I akan melakukan turun langsung ke lapangan untuk cek on the spot,” kuncinya. (rds)