Beranda » Post » Biadab, Pria Bitung Ini Setubuhi Anak Kandungnya Sendiri

Biadab, Pria Bitung Ini Setubuhi Anak Kandungnya Sendiri

Foto (ist) : Tersangka Saat Diamankan Polres Bitung

BITUNG, INC – Benar benar bejad apa yang dilakukan oleh (MM) alias Marsel seorang pria asal Bitung. Anak gadis yang harusnya di lindungi dan disayangi, alih alih dilindungi dan disayangi anak gadisnya malah digagahi untuk memenuhui hasrat seksualnya.

Peristiwa malang yang terjadi pada
Mawar (nama samaran) terungkap saat dirinya menangis tersedu-sedu menceritakan kepada wali kelas dengan alasan dia ingin meminjam uang untuk ke Ternate.

Pada Gurunya Dia mengatakan sudah tidak mau lagi tinggal dengan ayah kandungnya. Yang ternyata selama ini bukan menjaganya, tapi malah menjadikannya pemuas nafsu.

Mendengar pengakuan korban, gurunya itu langsung memberanikan diri melapor ke polisi.

Menindaklanjuti laporan guru Mawar , Reskrim Polres Bitung bergerak cepat mengamankan Ayah Mawar MM alias Marsel (32), warga Kecamatan Matuari, pun langsung diamankan ke Polres Bitung, Selasa (9/2) kemarin,

Dalam hasil pemeriksaan, terungkap, tersangka sudah melancarkan aksi cabulnya sejak 2017 silam. Aksi cabul pertama kali dilancarkan ayahnya di rumah mereka di salah satu kelurahan di Kecamatan Matuari.

Dengan alasan memandikan korban, tersangka kemudian melancarkan aksi bejatnya.
Kedua kalinya terjadi saat korban sedang tidur. Tersangka masuk ke kamar dan membangunkan korban.

Tersangka tiba-tiba mengunci pintu dan meminta korban membuka celana. Karena menolak, tersangka memukul korban dengan menggunakan hanger baju. Tetapi korban tetap menolak. Tersangka pun membuka secara paksa dan membanting korban ke tempat tidur. Korban pun kembali diperkosa.

Kasat Reskrim Polres Bitung AKP Frelly Sumampouw ketika dikonfirmasi, membenarkan kejadian tersebut.

Menurutnya, tersangka diancam Pasal 76 D Jo Pasal 81 ayat 1 dan Pasal 76E Jo Pasal 82 ayat 1 UURI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua UURI No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. “Tersangka mengaku mabuk saat melancarkan aksinya,” ujarnya.

Ketika ditanya ada potensi pemerkosaan itu terjadi berulang-ulang kali, dia membenarkan. Karena kasus tersebut sudah terjadi sejak 2017. Dan sekarang korban masih berumur 17 tahun.

“Tersangka baru kita tangkap, belum satu kali 24 jam. Saat ini kita masih dalam pemeriksaan. Kalau memang yang bersangkutan terbukti melakukan perbuatan cabul terhadap anak kandung, berarti dia melanggar UU Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya 15 tahun penjara,” katanya.

Diketahui, tersangka sudah memiliki tiga istri. Korban sendiri adalah anak semata wayang tersangka bersama istri pertama.

(***)