INEWSCRIME.COM – Wibawa dan integritas institusi kejaksaan nampaknya benar benar di uji dalam perkara dugaan korupsi pemecah ombak Minut yang disinyalir merugikan negara sebesar Rp 8,8 M.

Dalam perkara yang sudah menetapkan 4 orang tersangka ini dan sidangnya masih terus bergulir hingga saat ini 2 nama yang kerap disebut dalam tiap persidangan yaitu Bupati Minahasa dan Mantan Kapolres Manado Rio Permana nampaknya sangat sakti dan.sulit disentuh.

Korps baju Coklat (Kejaksaan) seolah kehilangan nyali untuk menetapkan keduanya sebagai tersangka, padahal bukti bukti yang ada semuanya mengarah pada keduanya.

Terbaru, ada rekaman pembicaraan yang beredar dimana dalam rekaman tersebut ada suara perempuan yang diduga suara Bupati Minut VAP menelepon salah seorang tersangka dalam perkara Pemecah Ombak RM untuk berbicara dengan seorang lelaki yang diduga mantan Kapolres Manado Kombes R

Terdengar jelas dalam rekaman tersebut suara lelaki yang diduga rio itu memberikan informasi awal kepada RM dengan mengatakan bahwa Babi babi dari kejaksaan mo pi ba priksa (akan datang memeriksa).

Terkait dengan rekaman rekaman yang beredar Kajati Sulut Roskanaedi pada media beberapa waktu yang lalu mengatakan bahwa pihaknya akan melibatkan saksi ahl untuk meneliti kebenaran rekaman pembicaraan tersebut.
“Kami akan libatkan saksi ahli untuk membuktikan kebenaran rekaman pembicaraan tersebut, yang pasti pihak kejaksaan tidak akan pandang bulu siapapun kalau memang cukup bukti akan kami tetapkan sebagai tersangka.

Pdt Hanny Pantouw yang juga Ketua Ormas Laskar Manguni Indonesia menyikapi keras terkait beredarnya rekaman pembicaraan yang melibatkan ketiga nama diatas (VAP,RP,& RM).
“Jika ini sudah di ketahui oleh pimpinan di kejati sulut dan bahkan kejagung ini bisa jadi masalah, karena ini adalah penghinaan terhadap korps Adhyaksa secara menyeluruh.

Kalau sudah terungkap jelas dalam rekaman seperti ini bahwa ia juga terlibat dalam kasus korupsi itu, maka sangat keterlaluan jika keduanya (VAP &RP) masih bisa lolos dari jeratan hukum,”bebernya.

Hukum tak ada wibawa lagi jika aktor aktor intelektual dari kasus korupsi pemecah ombak likupang timur minahasa utara ini masih di lindungi. Laskar Manguni Indonesia
akan terus mengawal kasus ini sampai aktor intelektual nya di tangkap,”tegas Pendeta Hanny Pantouw.

Lebih ekstrim lagi dikatakan oleh Hendra Jacob bahwa dirinya akan mengajak keluarga serta kenalannya untuk menghina intitusi Kejaksaan jika ada orang yang menghina institusi tersebut lantas tidak di hukum.
” saya sangat menghormati dan menjunjung tinggi institusi Kejaksaan tapi jika terbukti rekaman itu benar lantas keduanya masih di biarkan bebas, Saya akan ajak keluarga dan kenalan menghina institusi ini,”tukas HJ

Ditambahkanya lagi sungguh keterlaluan kejaksaan tinggi sulut jika tidak dapat mengungkap siapa aktor intelektual dari kasus korupsi pemecah ombak itu,¬† kalau mau jujur sebenarnya bukti bukti yang nengarah ke oknum petinggi minut itu sudah sangat jelas tapi kok begitu saktinya dia hingga seperti ada ketakutan bagi kejati sulut sampai tidak berani menetapakan mereka sebagai tersangka. Ini tentu sangat merugikan kejaksaan itu sendiri¬† dimana masyarakat nantinya akan menganggap bahwa kinerja dari kejati sulut bobrok dan kejatinya sebagai orang nomor 1 di korps adyaksa sulut itu lembek,” tutup Hj sapaan akrabnya.