Beranda » Post » Beras Import, JT : Petani BMR Tanam Padi, Negara Panen Di Vietnam dan Thailand

Beras Import, JT : Petani BMR Tanam Padi, Negara Panen Di Vietnam dan Thailand

Jems Tuuk Anggota DPRD Sulut Fraksi PDI Perjuangan. (Foto : Istimewa)

SULUT, INC – Bukan Jems Tuuk namanya kalau tidak kritis dan Vokal. Masyarakat Bolmong Raya patut berbangga memliki legislator seperti Julius Jems Tuuk.

Seperti yang dilakukannya.pada rapat Paripurna DPRD Sulut kemarin senin, (29/3). Politisi PDI Perjuangan ini tak segan untuk menyampaikan aspirasi masyarakat Bolmong terkait beras import pada Gubernur Olly Dondokambey.

“Mereka (petani, red) menyampaikan tolong sampaikan kepada bapak Gubernur dan pimpinan DPRD Sulut bahwa berterima kasih¬†atas dukungan pemerintah provinsi (Pemprov) Sulut untuk petani padi dan beras yang maksimal, tetapi ketika panen melimpah tiba-tiba negara melakukan import beras,” kata JT pada Gubernur Olly Dondokambey.

JT mengatakan, import beras akan memberikan dampak pada penumpukan beras dan secara otomatis harga akan menurun. Jadi hal ini ada kekhawatiran kepada petani dan pengusaha.

“Mereka sampaikan kepada saya, tolong sampaikan berita ini kepada bapak Gubernur agar Pemprov Sulut menolak import beras,” ungkap Personil Komisi IV DPRD Sulut.

Tuuk menegaskan, Pemprov Sulut dibawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw mempunyai visi berdikari dalam bidang ekonomi dan memiliki salah satu misi mewujudkan kemandirian di bidang ekonomi dengan memperkuat bidang pertanian.

“Jangan sampai pak Gubernur berusaha mendorong petani di Sulut terlebih khusus di BMR menanam padi tapi negara ini panen di Vietnam dan Thailand. Itu yang menjadi kekhawatiran petani di Bolaang Mongondow yang notabene mereka sangat mencintai bapak Gubernur,” tandas JT.

Diketahui dtingkat nasional Presiden Joko Widodo telah menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mengimpor beras hingga pertengahan tahun ini.

“Saya pastikan bahwa sampai bulan Juni 2021 tidak ada beras impor yang masuk ke negara kita Indonesia,” kata Jokowi melalui tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (26/3/2021).