Bentuk Pertanggungjawaban Publik, Melky Pangemanan Gelar Kopi Darat

MANADO, INEWSCRIME.COM

Layak diapresiasi terobosan yang dilakukan anggota DPRD Provinsi Sulut Melky Pangemanan, Politisi muda Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini melakukan laporan kinerja pada konstituen secara terbuka dalam sebuah FGD dengan Tajuk KOPDAR (kopi Darat).

Adapun topik dari FGD yang dilaksanakan di ruang rapat Komisi IV ini adalah Pendidikan Sulawesi Utara “Harapan & Kenyataan”

Mengawali sambutannya Melky Pangemanan mengatakan kegiatan ini adalah bagian dari Laporan kinerja dirinya lakukan sebagai bentuk pertanggung jawaban tidak hanya pada partai tapi yang lebih penting adalah bentuk pertanggung jawabannya pada publik. .

“Ini merupakan bagian pertanggung jawaban saya pribadi sebagai anggota legislatif, semenjak dilantik tanggal 9 September saya berkomitmen untuk masuk kantor setiap walaupun itu bukan keharusan dari kami anggota dewan. Saya berkantor dan menerima aspirasi setiap hari jam 9 sampai jam 11 diruangan kantor saya, itu dinampakkan dengan antusiasme publik yang datang”, terang Melky.

Hal seperti ini dilakukan Pangemanan karena menurutnya ada dua indikator, salah satunya adalah metode ilmiah yang merujuk kepada hasil survey beberapa lembaga karena dari hasil survey tersebut lembaga legislatif itu merupakan lembaga yang paling tidak dipercayai oleh publik.

“Saya tidak mau untuk dibandingkan dengan yang lain, tugas dan fungsi DPRD ada 3 yaitu legislasi, budgeting dan controling didalam itu kita punya komitmen masing-masing sebagai DPRD, karena itu saya setiap hari datang dan 5 kali paripurna kami mengikuti saya selalu orang pertama yang hadir, hanya sekali paripurna saya orang yang kedua hadir”, ungkap MJP sapaan akrabnya.

Sementara itu Wakil Rektor Unsrat DR. Ronny Gosal, Msc dalam penyampaiannya memuji langkah yang dilakukan oleh Melky Pangemanan, “Saya katakan kalau ada 20 saja anggota dewan di Provinsi Sulawesi Utara seperti Melky Pangemanan saya yakin akang sangat berdampak luar biasa bagi daerah kita”, ucap Gosal dengan tegas.

Selanjutnya Tokoh Pendidikan Sulut ini mengungkapkan, “Saya harus berani mengatakan dinas pendidikan Sulut sama sekali tidak transparan, selama setahun saya sebagai Wakil Rektor III Unsrat yang menangani bantuan pendidikan dan beasiswa, sampai detik ini dinas pendidikan memberi bantuan penyelesaian studi saya tidak tahu. Saya tidak tau ada berapa, tidak jelas karena tidak ada laporan yang jelas”, ungkap Gosal.

Sementara itu pengamat Politik Taufik Tumbelaka menyarankan agar supaya jangan masalah politik masuk kedunia pendidikan. “Jangan sampai masalah politik merasuki dunia pendidikan, jangan korbankan pendidikan karena kepentingan politik karena otomatis pendidikan akan terganggu, kalau pendidikan di Sulut gagal yang bertanggung jawab tentunya Gubernur dan Wakil Gubernur”, tutup Tumbelaka

Adapun para nara sumber dalam FGD tersebut diantaranya DR.Ronny Gosal, Msc wakil Rektor Unsrat, Kepala Sekolah Yadika Manado Drs David Legi dan pengamat politik Taufik Tumbelaka.
(RKM)