Benarkah Gubernu Sulut Olly Dondokambey Terlibat Kasus Hambalang

Inewscrime – Jakarta –  Tim Penyidik lembaga Anti Rasuah yang berakntor di jalan kuningan jakarta saat ini mendalami kasus korupsi hambalang.

Saat ini Komisi Pemberantasan Korupsi sedang mendalami dugaan aliran uang korupsi proyek Hambalang ke mantan Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI, Olly Dondokambey.

Untuk diketahui beberapa waktu silam penyidik  KPK telah memeriksa dan menyita furnitur mewah dari rumah Bendahara Umum PDIP yang sekrang menjabat sebagai gubernur Sulut.

Juru bicara KPK mengungkapkan bahwa ada sejumlah nama yang jadi concern tim KPK untuk didalami ” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jakarta, Senin, 6 Februari 2017. Seperti di lansir viva.co.id

Tersangka Hambalang Andi Zulkarnaen Mallarangeng alias Choel sebelumnya menyebut bahwa ada oknum yang sekarang menjabat gubernur, turut menerima uang korupsi Hambalang. Hal itu diutarakan Choel sebelum ditahan penyidik KPK, Senin 6 Februari 2017.

Nama Olly yang sekarang menjabat Gubernur Sulawesi Utara itu sebelumnya masuk pertimbangan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta saat memovinis terdakwa mantan Kepala Divisi Konstruksi I PT Adhi Karya Teuku Bagus Mokhamad Noor, terkait kasus Hambalang.

Dalam pertimbangan putusan dan barang bukti yang tercantum, ada pembelian dan pemberian mebel atau furnitur senilai Rp2,5 miliar dari PT Adhi Karya untuk Olly Dondokambey selaku anggota Komisi XI dan Wakil Ketua Banggar DPR dari Fraksi PDIP 2009-2014.

Mebel itu kemudian disita KPK pada September 2013 dari rumah Olly Dondokambey yang beralamat di Jalan Reko bawah, Desa Kolongan, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

Febri Diansyah menegaskan bahwa fakta putusan itu tidak akan dibiarkan saja oleh penyidik. Bahkan, mantan Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) itu menyebut pihaknya sudah membuka penyelidikan baru terkait proyek Hambalang.

“Kami berharap pengusutan AZM (Choel) membuat firm bukti-bukti yang dimiliki KPK. Tetapi untuk penyelidikan (Hambalang) ini kami tidak bisa sebutkan (dulu), apalagi sebutkan nama orang. Kami baru sampaikan ke publik apabila naik ke tingkat penyidikan nanti,” kata Febri.

Sementara itu sejumlah aktifis memintah Lembaga Anti Rasuah ini objektif dalam hal penyelidikan dan penyidikan korupsi hambalang jangan tebang pilih sebab seluruh rakyat indonesia telah memberikan kepercayaan kepada KPK dalam memberantas korupsi di negeri ini.

Jika memang benar gubernur sulawesi utara mantan Bendum PDI perjuangan itu terlibat dalam kasus Hambalang harus ia pertanggungjawabkan namun jika tidak KPK juga harus melakukan klarifikasi kepada publik bahwa Gubernur Sulut Olly Dondokambey tidak terlibat dalam kasus hambalang tersebut agar supaya masyarakat sulawesi utara tidak bertanya tanya lagi dan khususnya para elit elit politik tidak menjadikan masalah ini sebagai bahan untuk menyerang beliau secara politik. ( redaksi )