“Benarkah Cukong Cukong Potolo Kebal Hukum?”

Aktifitas Alat Berat Di Kawasan Gunung Potolo.

BOLMONG, (INC.COM)- Entah konspirasi seperti apa yang terbangun antara para cukong dan pihak keamanan pada Pertambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) diperbukitan Potolo Desa Tanoyan Selatan Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolmong.

Walaupun secara kasat mata sudah tidak sesuai dengan aturan alias melanggar hukum namun pada kenyataannya proses pertambangan ilegal disana terus berjalan seolah para pelakunya sudah kebal hukum.

Pun, aparat keamanan yang seharusnya menegakkan aturan dan jadi penertib, Ibarat kerbau dicocok hidung malah jadi kaki tangan para cukong alias pemilik modal yang terang-terangan mencoreng kewibawaan hukum Negara Republik Indonesia.

Betapa tidak, para pengusaha ini menggunakan alat berat Eksavator menggeruk perbukitan dengan bebas, tanpa ada penindakan hukum.

Puluhan mesin berat eksavator telah meluluhlantakan perbukitan, menghancurkan ekosistem tanpa jaminan pelestarian kembali, bahkan merampok kekayaan alam Negara, namun dibiarkan bebas.

Jelas sekali pertambangan emas dengan teknologi open pit yang berlangsung di lokasi Potolo, bukan dilakukan oleh masyarakat biasa, namun masyarakat penambang hanya diberi upahan oleh si cukong pemilik modal.

Sebab nilai invetasi mereka mulai dari ratusan juta hingga miliaran rupiah untuk bisa mengelola bak penyiraman seukuran 75×35 meter atau bak-bak kecil seukuran 20×25 meter.

Kurangnya warga masyarakat bekerja di Lokasi Potolo ini, lantaran umumnya pertambangan emas ilegal disini, menggunakan eksavator untuk menggeruk material dan meratakan gunung.

Tentu saja para cukong di lokasi Potolo ini, memang menyiapkan modal dari ratusan juta hingga miliaran rupiah.

Dipotolo sendiri sejumlah cukong disebut-sebut beraktifitas tanpa gangguan dari aparat keamanan ataupun tak pernah disentuh oleh Pemerintah Kabupaten Bolmong, dalam hal aktifitas illegal mereka disebut-sebut, “mereka” pengusaha sudah ‘kebal’ hukum.

Kabar terbaru, pada Selasa Tanggal 09 Maret 2020, operasi penertiban Tambang Emas Ilegal Potolo ini, dilakukan oleh pihak Polda Sulut, namun hingga berita ini diturunkan, tak ada satupun keterangan pers resmi dari Polda Sulut tentang hasil operasi penertiban tersebut.

Kabarnya, hanya pada saat penertiban saja aktifitas PETI terhenti, namun setelah penertiban selesai alat alat berat tersebut kembali bekerja.

Menarik untuk diikuti! Kita tunggu saja, apakah benar aparat hukum kita sudah di kuasai oleh para cukong di perbukitan Potolo yang seolah sudah kebal hukum. (****)