Beranda » Post » Beberapa Sekolah Sudah Belajar Tatap Muka, MJP “Warning” Grace Punuh

Beberapa Sekolah Sudah Belajar Tatap Muka, MJP “Warning” Grace Punuh

Melky Jakhin Pangemanan Politisi PSI Anggota DPRD Sulut Fraksi PDI Perjuangan. (Foto Istimewa)

MANADO, INC — Wacana belajar tatap muka rencananya akan kembali dilaksanakan pada Juli 2021.

Disisi lain, walaupun baru memjadi wacana beberapa sekolah SMA dan SMK sudah melakukan ujicoba bahkan sudah mulai melakukan proses belajar mengajar secara tatap muka.

Terkait itu, Melky Jakhin Pangemanan politisi PSI di DPRD Sulut memperingatkan dr Grace Punuh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Utara mengkaji baik baik wacana tersebut.
” Harus ada SOP (Standar Operation Prosedur) yang jelas dan terukur serta mengedepankan pada sisi kemanusiaan,”kata MJP sapaan akrab politisi muda pentolan Fisipol Unsrat ini.

Lanjut MJP, “kami akan mengagendakan untuk mempertanyakan langsung kepada Dinas Pendidikan daerah provinsi Sulawesi Utara terkait dengan kebijakan dibukanya sekolah SMA SMK yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi ini.

Tatap muka secara langsung tentunya harus dipersiapkan beberapa hal yang penting di masa pandemi. Sekolah harus benar benar mempersiapkan proses pembelajaran tatap muka langsung dengan protokol kesehatan. Oleh karena itu kami juga akan mengunjungi beberapa sekolah yang sudah menerapkan pembelajaran tatap muka langsung dengan basis data dari dinas pendidikan daerah provinsi Utara. ” ” ” ”

“Nantinya bisa kita kroscek langsung di lapangan. Apakah sekolah ini sudah memenuhi ketentuan dan apakah guru siswa dan apakah orang tua sudah mengizinkan anak mereka untuk datang ke sekolah Melalui pembelajaran tatap muka langsung. Karena menurut hemat kami bahwa dengan kondisi hari ini sudah ada program vaksinasi di provinsi Sulawesi Utara Dikda seharusnya meminimalisir potensi penyebaran covid-19 ini dengan mengurangi agenda pertemuan secara langsung dan menggantikan dengan virtual,”beber MJP.

MJP juga memperingatkan, kalaupun memungkinkan untuk dilaksanakan tatap muka secara langsung. Harus betul-betul sesuai dengan pedoman protokol kesehatan. jangan sampai di langgar kalau ada misalkan dilanggar berarti Dinas Pendidikan daerah provinsi Sulawesi Utara juga harus memiliki memiliki dasar hukum yang jelas. Bagaimana nantinya pengambilan keputusan misalkan Apakah itu akan dilanjutkan atau kembali ke pembelajaran jarak jauh tetapi juga ada konsekuensi dalamnya karena ini bukan sesuatu ujicoba. Ini urusan kemanusiaan. Urusan pandemi ini bukan sesuatu yang harus dijadikan ajang ujicoba tapi harus benar-benar dikaji secara komprehensif.
” Komisi 4 kemarin sudah memberikan berbagai masukan kepada pemerintah daerah Provinsi Sulut agar menunda kebijakan ini nanti dicek lagi disinkronkan lagi sesuai dengan kewenangan pemerintah pusat dan instruksi menteri,tambahnya lagi.

Dibagian akhir politisi muda uang vokal dan kritis ini menegaskan seharusnya kegiatan kegiatan tatap muka langsung  atau pembelajaran yang membutuhkan interaksi antara pendidik dengan peserta didik sebaiknya hindari dulu.
” kalau memungkinkan ketika vaksinasi ini sudah diperuntukkan bagi seluruh masyarakat Sulawesi Utara mungkin secara bertahap baru bisa kita lakukan pembelajaran tatap muka secara langsung sehingga ini nantinya bisa menekan angka penyebaran Covid-19 di Sulawesi Utara. Selain itu perlu ada inovasi serta kebijakan yang sesuai dengan amanat konstitusi untuk memberikan jaminan pelayanan pendidikan yang maksimal,” tandas MJP.

(Robby)