Anggaran Desa Kabupaten Minut Tahun 2017 Capai 96,8 Miliar

Airmadidi, iNewsCrime – Pada tahun ini, pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sebanyak Rp96,8 miliar dana desa untuk 125 desa yang ada di Kabupaten Minut dengan 2 kali pencairan dalam setahun.

Jumlah tersebut naik jika dibandingkan dengan anggaran dana desa tahun 2016 yang hanya sebesar Rp75,6 miliar. Hal ini dikatakan oleh Kabid Pemerintahan Desa, Dinas Sosial serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos-PMD) Minut, Endru Palandung SM MSi.

“Anggaran dana desa tahun ini memang naik demi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa. Dana desa ini akan diberikan sesuai alokasi dasar 90 persen dan 10 persen untuk alokasi formula,” ujar Palandung kepada wartawan, Senin (23/1).

Dikatakan Palandung, untuk pencairan anggaran desa ini, diwajibkan setiap desa membuat APBDes. Dipastikan penggunaan dana ini akan disalurkan pada bulan Juli 2017 ini. “Untuk itu kami minta agar setiap desa terlebih desa yang belum memasukkan laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran desa,” jelas Palandung.
Ditanya berapa banyak desa yang tidak memakai anggaran dana desa tahun 2016, Palandung mengatakan jika itu ada 5 desa yang masuk Silpa. “Tahun 2015 ada Silpa Rp6 miliar. Sementara tahun kemarin ada 5 desa yang tidak terpakai anggarannya. Sebab ketentuan, desa berhak mendapatkan dana desa jika penggunaan anggaran sudah diatas 50 persen dan wajib buat laporan pertanggungjawan serta ada APBDes. Jika tidak teralisasi penggunaan anggaran diatas 50 persen, ada punishmen dari pemerintah berupa tidak ada pencairan dana,” kata Palandung.

Untuk menjaga agar tidak ada desa yang tertahan anggaran dana desanya seperti yang dialami oleh 5 desa tersebut, maka pemerintah akan melakukan pendampingan bagi pemerintah desa. Sebab ini juga sesuai dengan permintaan BPKP. “BPKP minta Pemkab lakukan pendampingan agar tidak ada keterlambatan pelaporan. Pelatihan bagi perangkat desa dalam menyusun laporan sudah kami lakukan tahun kemarin. Ini demi meningkat perekonomian desa dalam pembangunan dan kesejahteraan desa,” tambahnya.(sisca)