Inewscrime – Jakarta – Keindonesiaan kita semua sedang terkoyak saat ini, sedang dalam keadaan terancam. Konstitusi dan Pancasila kita sebagai konsensus bersama sedang dalam ancaman serius, tukas aktifis¬† 98,” Abdul Wahab Talaohu dijakarta.

Menurutnya yang membedakan ancaman saat rezim Soeharto dengan saat ini terletak pada oknum yang berbeda. Dulu pemerintah yang berkuasa yang menjadi ancaman bagi Pancasila, sekarang ancaman datang dari radikalisme dan terorisme.

“Dulu kita terancam oleh rezim Presiden Soeharto dan kroninya yang mengedepankan kepemimpinan oligarki serta hegemonik hingga muncul keinginan-keinginan untuk memisahkan diri. Hari ini kami melihat sama, hanya pelakunya berbeda, yakni radikalisme dan terorisme,” ujar bang wahab.

Ia menyebut sumber ancaman radikalisme dan terorisme ditumbuh suburkan oleh kelompok elit oposisi saat ini. Ini tak bole dibiarkan apapun resikonya wajib kita lawan demi bangsa dan negara yang kita cintai ini.

“Hari ini pelaku ancaman kita justru dari oposisi. Kita terancam karena ada kelompok elit tertentu yang ada di oposisi yang sudah terkooptasi atau menggunakan ideologi transnasional untuk mengancam kebhinekaan kita, Pancasila kita, UUD kita dan seterusnya,” tambahnya.

“Mereka ini notabennya ada di Pemerintahan, kepala daerah tertentu, ada di DPR yang mendapat makan, minum, dan fasilitas negara. Dari situlah uang negara yang mereka dapatkan justru digunakan untuk cita-cita yang beda dengan kita,” ungkapnya.

Untuk itu ia menegaskan kembalinya aktivis 98 hari ini tujuannya untuk menjadi garda terdepan untuk memastikan negara tetap utuh sebagai NKRI dengan ideologi utamanya Pancasila.

“Inilah alasan aktivis 98 kembali bangkit untuk menjadi garda terdepan memastikan negara ini tidak boleh terancam, kembali meneguhkan Indonesia tetap pada yang dicita-citakan,” pungkasnya

Kita wajib memenangkan pancasila sebagai ideologi negara yang sudah bersifat final tak bisa di ganggu gugat,¬† rembuk nasional aktifis 98 ini membahas beberapa permasalahan di negeri ini termasuk ancaman dari paham radikalisme dan itu akan kita perangi kami tidak main main siapapun mereka yang mencoba mengganggu akan ideologi negara ini harus kita lawan meskipun nyawa taruhannya.¬† ” harus dan wajib kita lawan ” Pungkas Jenderal lapangan Semanggi berdarah itu.

( Mr x)