5 Pasang Kepala Daerah di Lantik Olly Dondokambey, Ini Harapan Ferry Liando Untuk Mereka

DR Ferry Liando

INewscrime.com — Gubernur Sulawesi Olly Dondokambey pada selasa kemarin telah melantik 5 pasang kepala daerah masing masing 1 Pasangan Walikota dan 4 pasangan Bupati dan Wakil Bupati untuk priode 2018-2023.

Adapun Ke Lima pasang bupati dan wakil bupati serta walikota dan wakil walikota terpilih periode 2018-2023 yaitu :

РRoyke Oktavianus Roring dan Robby Dondokambey (Kabupaten Minahasa)
– James Sumendap dan Jesaja Jocke Legi (Kabupaten Minahasa Tenggara)
– Evangelian Sasingen dan Jhon Heit Palandung (Kabupaten Kepulauan Sitaro).
– Tatong Bara dan Nayodo Koerniawan (Kota Kotamobagu)
– Depri Pontoh dan Amin Lasena (Kabupaten Bolaang Mongondow Utara)

Berkaitan dengan hal tersebut, Ferry Liando Akademi dari Universitas Sam Ratulangi mengatakan tugas utama pasangan kepala daerah pasca terpilih dan di lantik yang pertama adalah mempersatukan kembali struktur sosial yang terpecah belah pada saat Pilkada. “Berapa banyam jumlah pasangan calon maka sejumlah itu friksi friksi yang terbentuk di masyarakat,”ujar dia.

Lanjut dikatakan oleh pria asal Kumelembuai Motolong ini perlu bagi setiap kepala daerah baru untuk mempersatukan kembali. Pola pikir masyarakat selalu diperhadapkan pada beda pilihan selalu menganggap musuh.
“Jika ini tidak di lakukan perbaikan maka struktur sosial tetap renggang dan sangat rawan dipicu konflik,”tegas Liando.

Lebih spesifik lagi Liando mengatakan tidak gampang untuk mempersatukan perbedaan ini, sehingga cara untuk menjawabnya para kepala daerah baru harus adil memperlakukan semua orang dalam hal pelayanan. Jangan sampai justru yang menjadi pemencah belah adalah kepala daerah sendiri. Banyak kejadian di tempat lain kepala daerah memperlakukan secara tidak adil bagi masyarakat yg dianggap tidak memilihnya. Banyak pejabat dipecat karena diketahui tidak mendukung.
“Kepala daerah harus menyingkirkan jauh jauh rasa dendam. Jadikan semua masyarkat adalah miliknya. Sebab beda pilihan sesungguhnya hal yang wajar dalam demokrasi,”terangnya pada INewscrime.com

Dibagian akhir Ferry Liando mengatakan Kepala daerah terpilih juga harus menyadari bahwa yang memilih mereka bukan 100 persen masyarakat di daerah itu. Ada yang hanya di dukung sekira 30 persen pemilih.
“Artinya masih ada 70 persen masyarakat yang tidak memilihnya. Oleh karena itu kepala daerah yang baru dilantik agar tidak harus menjadi penguasa mutlak sehingga dalam menjalankan Pemerintahan harus banyak melibatkan Publik.

Penulis : Robby Kumaat Mononimbar