Beranda » Post » Dilantik BRANI, Hendra Makalalag Siap Jalankan Pesan JOKOWI

Dilantik BRANI, Hendra Makalalag Siap Jalankan Pesan JOKOWI

Foto (ist) : Kepala BP2MI Sulut Hendra Toku Makalalag

MANADO, INC —  Pada pelantikan Tiga Kepala UPT dan seorang pejabat fungsional di jajaran BP2MI Kepala BP2MI RI Benny Rhamdani menyamapaikan pesan Presiden Jokowi agar BP2MI wajin melindungi para Pekerja Migran Indonesia dari ujung rambut sampai ujung kaki.

Menanggapi itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (UPT BP2MI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Hendra Toku Makalalag, S.IP mengatakan siap untuk melakukan itu.

“Kalau bicara visi dan misi kami, sesuai perintah langsung bapak Presiden Ri, Joko Widodo, kami siap melindungi pekerja migran Indonesia dari ujung rambut sampai ujung kaki,” ujar Makalalag ke sejumlah awak media usai dilantik Kepala BP2 MI Republik Indonesia Benny Rhamdani di Swissbell Hotel Manado, Rabu (20/1/2021).

Dirinya juga mengungkapkan bahwa Ia telah memetakan permasalahan PMI di Sulawesi Utara.

“Kami telah memetakan permasalahan PMI di Sulawesi Utara. Yang utama terkait bagaimana kita meningkatkan penempatan pekerja migran di luar negeri. Pertama saya harus melaksanakan perintah Undang-undang pasal nomo 18 pasal 40 terkait keterlibatan Pemerintah daerah, Gubernur, Bupati/Wali Kota dalam rangka pendidikan dan pelatihan calon pekerja migran Indonesia,” jelas Makalalag.

Berdasarkan perintah Undang-undang tersebut, menurut Makalalag dirinya akan mengutamakan koordinasi dan sinergitas dengan pemerintah daerah.

Selanjutnya pihaknya akan melakukan sosialisasi dengan stakeholder untuk mengutamakan peran PLK (Pusat Latihan Ketenagakerjaan) di daerah dan penyediaan anggaran pendidikan dan pelatihan tenaga kerja di dinas terkait.

“PLK ini nantinya akan berperan sebagai tempat pelatihan dan pendidikan calon PMI sebelum pergi ke negara tujuan. Kalau PMI sudah terlatih, sehingga bisa menghindari para mafia atau sindikat,” jelas Makalalag.

Menurut Makalalag, jika peran PLK dimaksimalkan, maka perang terhadap sindikat, sesuai slogan BP2MI Sikat Sindikat akan bisa dimaksimalkan.

Makalalag juga mengungkap jika jumlah PMI asal Sulut yang ada di luar negeri saat ini jumlahnya ribuan orang. Namun data yang ada di BP2MI Sulut hanya 385 orang. Maka dari itu Ia akan membangun basis data PMI Sulawesi Utara.

“Kami juga akan membentuk Satgas (Satuan Tugas) untuk Sulut. Saya juga ingin dan akan membangun basis data pekerja mingran Indonesia dari Sulawesi Utara. Dan saya juga akan sediakan ruangan khusus untuk teman-teman media agar kita bisa diskusi dan membantu sosialisasi program BP2MI,” tandas Makalalag.

(***)