TERKAIT PERMASALAHAN DARAH PMI & UTD PROF RD KANDOU AKUI ADA MISS KOMUNIKASI

Hearin Komisi IV Bersama PMI & UTD Prof RD Kandouw

Manado, Inewscrime.com- Sebagai tindak lanjut dari sidak yang dilakukan oleh Yongkie Limen personil komisi 4 Deprov Sulut beberapa waktu yang lalu di PMI dan rumah sakit Prof RD Kandouw Malalayang Komisi 4 menggelar hearing (dengar pendapat) bersama dengan PMI, pimpinan RS Prof RD Kandouw dan dinas kesehatan provinsi Sulawesi Utara di ruang rapat 3 Deprov Sulut ,selasa 29/3-2017.

Ketua Komisi 4 James Karinda secara tegas meminta pihak PMI dan RS Prof RD Kandou segera mencari solusi untuk mengatasi keluhan masyarakat terkait sulitnya mendapatkan darah di kedua lembaga tersebut, ” Kalau tidak ditemukan solusi dalam hearing ini kami komisi 4 akan membawa masalah ini pada Kementerian kesehatan untuk dicarikan jalan keluarnya,” tegas Karinda di Hadapan semua peserta hearing.

Terpantau dalam hearing tersebut pihak PMI dan RS terkesan saling melempar kesalahan. Dimana managemen RS Prof RD Kandou secara gamblang membantah informasi terkait adanya pungutan untuk kantong darah begitu juga dengan pemberitaan tentang UTD Prof RD Kandouw memboikot darah PMI. Karena setiap hari walaupun stok darah di UTD Prof RD Kandouw mencukupi kami tetap meminta darah ke PMI, ” ujar salah satu staff dokter di UTD Prof RD Kandouw.

Setelah di telusuri terungkap ada miss komunikasi antara kedua lembaga tersebut dan diakui oleh keduanya. Dimana menurut UTD Prof RD Kandouw selama ini PMI tidak memenuhi semua permintaan darah dari UTD. Hal tersebut tidak di tampik oleh kepala UTD PMI  dr. Agustevi Telew. Namun menurutnya hal itu terjadi karena seringkali terjadi stok karena stok darah yang tersedia di PMI tidak bisa mencukupi permintaan pada hari tersebut. Namun kami tetap menggenapkan permintaan dari UTD sesuai dengan banyaknya golongan darah yang di minta. Walaupun tidak pada hari yang sama dengan tanggal permintaan. Yang pasti kami dari PMI selalu berupaya memenuhi semua permintaan dari. rumah sakit, ” ujar dr. Agustevi. Kedepannya kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat,” ujar  dr Agustevi.

Diakhir hearing Yongkie Limen kembali mengingatkan semua pihak yang terkait dengan pelayanan darah agar benar benar melayani masyarakat sesuai dengan hati nurani agar kedepannya tidak ada lagi permasalahan yang sama seperti sekarang ini, ” pungkas legislator yang dikenal blak blakan dalam menyampaikan pendapatnya. (bob)