MENGAKU DAPAT SPRIN DARI KESATUAN PERSONIL BRIMOB PENJAGA HGU SAWIT PT KKI INTIMIDASI AWAK MEDIA SAAT LAKUKAN PELIPUTAN

Dua Oknum Polisi Yang Mengintimidasi Media Saat Investigasi.

2 Personil Brimob Yang Mengintimidasi Awak Media Saat Melakukan Peliputan Di Areal HGU Sawit Di Desa Bolangat Timur Bolmong.

Bolmong, Indonewscrime –  Sejatinya tugas polisi adalah memberi rasa aman pada masyarakat. Namun yang terjadi di desa Bolangat Timur Kecamatan Sangtombolang Bolaaang Mongondow malah terbalik. Petugas Brimob yang bertugas jaga di lahan HGU sawit  tersebut kerap mengintimidasi warga.

Terpantau lokasi HGU tersebut di jaga oleh sekelompok preman yang di back up oleh pihak kepolisian dari kesatuan Brimob yang mengaku pada media bahwa mereka mendapat Sprin dari pimpinan untuk menjaga HGU Sawit tersebut. Dan berdasarkan laporan warga para preman juga personil Brimob yang menjaga lokasi tersebut kerap mengintimidasi warga yang mencoba masuk dalam areal tersebut.  Mirisnya sampai ada yang ditahan selama10 bulan karena di anggap memasuki lahan yang bukan miliknya. Bahkan personil Brimob yang bertugas di sana sampai pernah menembaki warga namun hingga kini pelakunya tidak pernah diproses.

Dituturkan oleh Fi (inisial) peristiwa itu terjadi saat dia akan mulai menanam padi diareal miliknya. Tiba tiba anggota Brimob yang bertugas disana melarangnya. Merasa bahwa lahan itu adalah lahan miliknya dirinya bertahan sehingga tetjadi adu mulut hingga terjadilah penembakan tersebut. Anehnya saat dirinya melaporkan peristiwa tersebut petugas kepolisian yang menerima laporan hanya mengatakan tidak ada gunanya perkara ini di teruskan karena perusahaan punya banyak uang. Hal berbeda terjadi pada seorang warga yang harus di tahan selama 10 bulan karena di dakwa memaksa masuk dan melakukan pengrusakan pada lahan sawit milik PT KKI. Padahal menurutnya sawah tersebut adalah sawah yang sudah berusia ratusan tahun yang diwariskan oleh orang tuanya, ” ujar warga yang namanya enggan di sebutkan.

Awak media pun tak luput dari intimidasi saat mencoba melakukan peliputan di HGU tersebut. Secara arogan awak media di usir karena di anggap tidak melapor pada mereka dan pihak perusahaan karena menurut mereka PT. KKI adalah pemilik HGU tersebut. Bahkan dengan sombongnya 2 personil Brimob tersebut mempersilahkan awak media mengambil foto wajah mereka.

Jems Tuuk Personil DPRD Sulut saat mengetahui hal tersebut sangat geram dan mengatakan polisi harusnya melindungi masyarakat bukannya menakut nakuti masyarakat. Secara tegas dirinya berkata dirinya akan meminta Kapolda untuk mengusut tuntas laporan warga tersebut serta menindak tegas personil Brimob yang kerap mengintimidasi masyarakat.

” Tidak tahu malu mereka gagah gagahan dan menembaki warga dengan senjata yang di beli dari uang rakyat. Bajingan benar mereka saya akan minta Kapolda untuk menyelidiki masalah ini serta menindak tegas anggotanya yang terbukti melakukan intimidasi pada warga, ” ujar Tuuk dengan nada geram. (Bob)