Wow!!!! Mungkinkah Jles Dive Centre & Resort Dengan DLH Provinsi Sulut Main Mata???

Wow!!!! Mungkinkah Jles Dive Centre & Resort Dengan DLH Provinsi Sulut Main Mata???

Wouw, Sudah Duluan Bangun Dermaga, Jle’s Dive Centre and Resort Diduga Belum Lengkapi Dokumen

Menariknya Pihak Jle’s Dive Centre and Resort Gelar Jumpa PERS Dengan Wartawan Manado

MINUT – Pekerjaan alih fungsi lahan area pantai Desa Minaesa Kecamatan Wori yang diduga kuat dilakukan oleh pihak Jle’s Dive Centre and Resort, diduga belum mengantongi dokumen seperti Kajian Amdal dan Ijin Lingkungan.

Lokasi Mangrove yang diduga di reklamasi ini cukup berdekat dengan kawasan konservasi Gugusan Taman Nasional Bunaken, sehingga rentan mempengaruhi nasib jenis tumbuhan serta ekosistem ikan bahkan Mangrove yang terbentuk secara alami karena diduga telah di alih fungsi dwngan jalan ditimbun bebatuan, sepanjang kurang lebih 100 meter dari bibir pantai.

Parahnya lagi, Hukumtua Desa Minaesa Syahrin Baba memastikan tidak mengetahui adanya proses reklamasi itu, karena ia baru dilantik.
“Mungkin Kumtua yang lama tahu soal ini. Sejak saya dilantik, mereka (pihak perusahaan) tidak pernah berkoordinasi dengan pemerintah desa,” katanya Sabtu (27/7/2019) silam kepada sejumlah wartawan Biro Minut.

Kendati didepan pintu masuk objek wisata ini dicantumkan pengumuman jika lokasi pembangunan masih sementara proses kajian lingkungan hidup, ditengarai pekerjaan tetap dilaksanakan.

Jle’s Dive Centre and Resort melalui Konsultan Lingkungan perusahaan, James Turambi saat dikonfirmasikan lewat telepon selular oleh tim mengatakan, masalah lingkungan ini sudah pernah ditangani pihak kepolisian dan diambil alih oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provindi Sulut.

“Memang masih harus diperbaiki karena ternyata ini ada yang belum lengkap. Lalu juga sampai di sidik oleh kepolisian dan itu juga bahkan sampai diambil ahli Dinas Lingkungan Hidup Provinsi. Sebab ini sudah masuk kewenangan provinsi,” jelas James sambil mengklaim akan menggelar jumpa Pers karena prosesnya panjang.
“Kita akan jumpa PERS untuk mengklarifikasi hak jawab kami. Besok saya hubungi,” jawabnya via nomor WA-nya.

Selanjutnya pihak Jle’s Dive Centre and Resort melalui James Turambi sebagai konsultan lingkungan, mengundang wartawan untuk menghadiri Konferensi Pers, terkait Kegiatan JLE’S Dive Centre & Resort di Regal, bertempat di Kawasan Mega Mas, pada hari Rabu 31 Juli 2019, Jam 12 siang.

Setelah sepakat, wartawan Minut menolak hadir, dengan alasan Press Release hanya dapat dilakukan di Minut, mengingat berita terkait lokasinya ada di Minut, jadi wartawan terkait tidak dapat hadir sebab wilayah dan jarak tempuh.

Namun Press Release tetap digelar walau tidak dihadiri wartawan terkait dengan pemberitaan itu.
“Tidak apa-apa pak. Kita undang juga teman-teman wartawan yang lain. Nanti lain waktu untuk ke lokasi kegiatan, karena agenda ini sudah terjadwal pak, mohon dimengerti. Nanti diatur waktu lagi untuk teman-teman ya, intinya kami akan kooperatif pak,” sebut James di nomor wA-nya.(js)