Warga Pulau Bangka Menang,Kementrian ESDM Cabut Izin Usaha PT Mikgro Metal Perdana

Minut,inewscrime.com – Masyarakat Pulau Bangka Kecamatan Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara (Minut), yang menolak adanya kegiatan tambang di pulau kecil tersebut, kini bersukacita.

Hal ini tak lain setelah Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignatius Jonan menerbitkan Keputusan Menteri nomor 1361 K/30/MEM/2017 tentang Pencabutan Keputusan Menteri ESDM nomor 3109 K/30/MEM/2014 tentang izin usaha pertambangan operasi produksi kepada PT Mikgro Metal Perdana.

Keputusan tersebut diterbitkan tanggal 20 Maret 2017, dimana Menteri ESDM memilih patuh terhadap putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) No 211/G/2014/PTUN-JKT jo No 271/B/2015/PT.TUN.JKT yang kembali diperkuat oleh putusan Mahkamah Agung (MA) K/TUN/2016 tanggal 16 Agustus 2016 yang pada intinya membatalkan SK IUP 3109 K/30/MEM/2014 milik PT MMP dan segera mencabut izin usaha perusahaan tambang bijih besi dari Tiongkok ini.

Mensyukurinya, masyarakat Pulau Bangka pun menanam sekitar 500 bibit mangrove di Desa Kahuku, salah satu desa di Pulau Bangka yang berdekatan dengan lokasi tambang PT MMP, sekaligus sebagai gerakan penghijauan kembalikan keindahan Pulau Bangka.

“Kita merayakan hari paling bersejarah bagi salah satu pulau terindah di Minut. Gerakan ini semoga dijadikan agenda tetap tahunan, sebab selain HUT Kemerdekaan RI, hari ini juga adalah HUT kemerdekaan masyarakat Pulau Bangka dari intimidasi berbagai pihak yang ingin menjadikan pulau tercinta ini sebagai lokasi tambang bijih besi,” kata aktifis lingkungan Jull Takaliuang.

Selain warga dari empat desa di Pulau Bangka, yaitu Kahuku, Libas, Lihunu dan Libas, kegiatan ini juga dihadiri puluhan wisatawan mancanegara yang sengaja datang memenuhi undangan maupun memang spontan hadir, ada pula tim dari Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) dan KPA Tunas Hijau, serta puluhan jurnalis dari berbagai media.

Oleh warga setempat, hari itu dinamai Hari Anti Tambang Masyarakat Pulau Bangka, yang dipimpin langsung oleh Kumtua Desa Kahuku, Immanuel M Tinungki yang didampingi Sekretaris Desa Stenly Misa.

Acara diawali dengan ibadah bersama kemudian disambung dengan pesta rakyat secara sederhana.

“Sekarang tugas kita adalah mempertahankan keindahan pulau tercinta ini, agar sampai akhir masa, tidak lagi ada pihak yang berupaya merusaknya dengan pertambangan,” ujar Tinungki kemudian mengajak semua masyarakat menanam bibit mangrove di pesisir pantai.

(Ein/***)