Waduh!!!! Diduga ODP Covid-19, Komisioner KPU Kota Tomohon Tidak Karantina Mandiri

Waduh!!!! Diduga ODP Covid-19, Komisioner KPU Kota Tomohon Tidak Karantina Mandiri

TOMOHON, INC — Kasus positif Covid-19 di Sulut terus bertambah, sampai hari ini jumlah kasus positif di Sulut sudah mencapai 2263. Khusus Kota Tomohon hari ini sudah mencapai 128 orang.

Satgas Covid-19 Kota Tomohon pun semakin gencar melakukan sosialisasi pada masayrakat untuk lebih mematuhi protokol kesehatan demi memutus mata rantai penyeban virus mematikan ini.

Sayanngnya upaya keras satgas Covid-19 tidak sepenuhnya didukung semua stake holder yang ada di Kota Tomohon. Salah satunya KPU Kota Tomohon.

Pernyataan Ketua KPU Tomohon Harianto Lasut MAP, jika lembaga yang dipimpinnya menjunjung tinggi protokol COVID-19 dalam penyelenggaran Pilwako Tomohon Desember nanti diragukan.

Pasalnya dari informasi ada salah satu komisioner KPU Tomohon yang diduga kini menjadi Orang Dalam Pemantauan (ODP) namun bebas melakukan tugas dan fungsinya.

Terlihat di beberapa acara yang digelar KPU Tomohon, Komisioner yang diduga ODP turut hadir. Parahnya lagi dari data dan dokumentasi yang didapat komisioner tersebut menjadi narasumber pada salah satu acara sosialisasi KPU dengan tidak menggunakan masker.

Padahal komisioner ini seharusnya masih dalam masa karantina mandiri sembari menunggu hasil Swab usai dirinya dinyatakan reaktif saat melakukan Rapid Test yang digelar KPU Tomohon pada 27 Juni 2020 lalu dan Komisioner tersebut melakukan Swab test pada tanggal 29 dan 30 Juni 2020.

Sangat kontras dengan pernyataan Ketua KPU Tomohon yang dengan tegas menyatakan KPU Tomohon menjunjung tinggi protokol COVID-19 dalam penyelenggaraan Pilkada Tomohon. Sehingga dirinya me-non aktifkan staff KPU yang reaktif dan dua anggota PPS yang juga reaktif saat Rapid Test.
Kenyataan ini memang diduga disembunyikan KPU Tomohon karena dari data yang dirilis Ketua KPU Tomohon beberapa waktu lalu Harianto Lasut, hanya menyebut jika hanya ada satu staff KPU Tomohon yang reaktif sehingga di non-aktifkan sementara.

“KPU selaku penyelenggara Pemilu harusnya harus berpegang teguh soal protokol COVID-19. Apalagi mereka selalu berhadapan dengan orang banyak, seperti para penyelenggara Pemilu di tingkat kecamatan sampai kelurahan. Bisa saja KPU Tomohon menjadi salah satu sunber mata rantai penularan Virus COVID-19 di Tomohon. Apalagi Kota Tomohon marak transmisi lokal yang terjadi,” ujar Bobby salah warga Tomohon Utara yang dimintai pendapat.

(**/red)