Vonny Panambunan Ketua Nasdem Minut, Hendra Jacob Bingung Apa Yang Ada di Benak Surya Paloh

Foto : Hendra Jacob

INewscrime. com- Terpilihnya Vonny Panambunan sebagai Ketua Partai Nasdem Minut dipertanyakan oleh  Hendra Jacob aktivis anti Korupsi yang terbilang unik bahkan terkesan ekstrim dalam setiap statementnya.

“Saya pribadi mempertanyakan eksistensi dari partai Nasdem yang sangat dan begitu berani menerima Bupati Minahasa Utara dirumah restorasi mereka.,”tukas Hendra.

Sebagai partai yang selalu meneriakkan anti korupsi seharusnya Partai Nasdem harus lebih selektif untuk menjaring kader apalagi untuk menjadi ketua partai, “ungkapnya lagi.

Di ketahui bersama, saat ini Vonny Panambunan ramai di disebut namaya dalam perkara pemecah ombak Likupang Timur yang merugikan negara Milyaran rupiah bahkan diduga sebagai aktor intelektual perkara tersebut karena hampir dalam setiap persidangan namanya disebut oleh semua saksi bahkan oleh mereka yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Sebagai penggiat anti Korupsi jujur saya bingung apa yang ada di benak bapak Surya Paloh ketika menyetujui Vonny Panambunan jadi Ketua partai Nasdem Minut, memang benar kita harus memjunjung tinggi asas praduga tak bersalah tapi kalau mau jujur dugaan keterlibatan Vonny Panambunan dalam kasus pemecah ombak hampir hampir transparan,”ujar dia.

Saat ditanyakan apakah dirinya tak takut dikriminalisasi akibat terlalu lantang menyuarakan dugaan keterlibatan Vonny Panambunan dalam pemecah ombak di Likupang Timur apalagi Vonny adalah seorang pejabat negara yang sementara berkuasa. Hendra mengatakan bahwa sedikitpun dirinya tak takut.
“Walaupun tinggal saya sendiri saya tidak akan berhenti untuk meneriakkan ketidakadilan yang dilakukan para pelaku tindak pidana korupsi, “tegasnya.

Kalaupun ada yang menganggap saya sok suci dan mengaitkan dengan perkara saya terdahulu yang dipecat dari kesatuan Polri karena kasus BNI gate saya justru menganggap itu sebagai sebagai wahana untuk memperbaiki masa lalu yang kelam,”tuturnya pada INewscrime.com.

Pun saat ditanyakan apakah dirinya tak merasa risih karena sering di cemooh orang karena pernyataanya yang cenderung ekstrim dan sering dianggap terlalu menyerang pribadi, Hendra mengatakan biarlah saya dianggap ekstrim dan terlalu menyerang pribadi  dalam berujar karena itu menjadi urusan saya dengan pencipta.
“Sebenarnya sederhana jikalau memang saya dianggap bersalah dan menebar fitnah ada jalurnya untuk melaporkan saya dan saya siap dengan segala Konsekwensinya, tapi jangan pernah mengancam apalagi menakut nakuti saya untuk berhenti meneriakkan para Koruptor karena satu keyakinan saya Korupsi adalah musuh bersama dan siapapun yang membela pelaku korupsi akan berhadapan dengan saya dan saya siap sekalipun nyawa taruhannya,”tegas Hendra mengakhiri pembicaraan.

(RKM)