Foto : James Arthur Koyongian

MANADO,INC — Dampak dari Video Virol yang heboh, BK DPRD sulut, setelah melewati serangkaian pemeriksaan, klarifikasi serta memintakan pendapat Ahli akhirnya mengambil keputusan memberhentikan Wakil Ketua DPRD Sulut James Arthur Koyongian dari Jabatannya tersebut pada rapat paripurna DPRD Sulut beberapa waktu lalu.

Masyrakat pun menanti bagaimana kelanjutan dari putusan BK tersebut. Apalagi sebagian besar tuntutan masyarakat JAK tidak hanya diberhentikan dari jabatan Wakil Ketua DPRD Sulut tapi diberhentikan alias dipecat sebagai anggota DPRD Sulut.

Terkait hal diatas, saat dikonfirmasi pada Glady Kawatu Sekretaris DPRD Sulut Sekwan mengatakan pihaknya menindaklanjuti penyampaian pimpinan DPRD atas pemberhentian JAK, dengan tahapan menyampaikan hal itu kepada Mendagri melalui Gubernur.

” Kami (sekretariat DPRD) sudah menyampaikan kepada Gubernur untuk pengusulan pemberhentian JAK sebagai pimpinan DPRD, sementara untuk pemberhentian JAK sebagai anggota DPRD merujuk pada hasil keputusan Badan Kehormatan itu diserahkan ke partai dalam hal ini Partai Golkar,” jelas Sekertaris DPRD Sulut Glady Kawatu kepada Wartawan Selasa (23/2/2021) siang.

Kawatu juga mengatakan bahwa sekretariat DPRD sementara memproses dokumen Surat Keputusan dan dokumen pendukung lainnya dan juga telah menyurat kepada Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Utara dan Ketua DPP Partai Golkar untuk proses lebih lanjut terkait rekomendasi.

“Rekomendasi BK terkait pemberhentian JAK sebagai anggota DPRD, baru disampaikan hari ini karena memang waktunya kan 7 hari kerja,” ungkap Kawatu.

“Terkait peresmian pengangkatan dan pemberhentian sebagai pimpinan DPRD mengacu surat keputusan dari Menteri Dalam Negeri, sehingga kita menunggu Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri untuk menyesuaikan semua hak keuangan dan Administratif dari bapak JAK,” tandasnya.

(**/Robby)