Foto: Andrei Angouw Saat Menerima Perwakilan Massa Demo.

Manado, INewscrime.com- Sebagai tindak lanjut dari beberapa demo yang dilakukan oleh beberapa kelompok masyarakat di DPRD Sulut, Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw mengundang Perwakilan Mahasiswa, Ormas dan LSM, serta Komunitas Masyarakat yang datang ke DPRD hai ini untuk berdialog daam rangka menyikapi berbagai hal terkait sybstansi apa saja yang menjadi tuntutan masyarakat yang nantinya akan dicarikan jalan keluar.

Terpantau, Jumat (27/9) di ruang kerja Andrei Angouw selaku ketua DPRD Sulut  menerima beberapa perwakilan Mahasiswa;Dem Fak. Hukum, dari Sospol Unsrat, UNPI, perwakilan Cipayung, IAIN, WALHI dan Pengiat Anti Korupsi, Pers/Jurnalis dan AJI Manado serta perwakilan rakyat non Mahasiswa. Kehadiran mereka dimediasi aktivis Risat Sanger dan menyampaikan beberapa aspirasi sehubungan dengan RUU KUHP, Revisi UU KPK dan UU Agraria/Pertahanan.

Dalam pertemuan tersebut para perwakilan ormas menyoal beberapa pasal dan ayat yang memasung demokrasi dan kebebasan menyampaikan pendapat sekaligus juga memberikan klarifikasi mereka bahwa kehadiran dalam demonstrasi di DPRD Provinsi Sulut pada Rabu dan Kamis adalah murni penyampaian aspirasi. Tidak ada muatan lain dan tidak ada urusan untuk menjatuhkan pemerintahan yang sah.

Menanggapi beberapa pernyataan dan argumen yang disampaikan oleh perwakilan ormas, mahasiswa dan juga jurnalis yang diwakili oleh AJI Manado, Angouw menyampaikan keheranannya tentang anarkis menghiasi demo pada dua hari lalu.

“bukan budaya kita, budaya Sulut tidak demikian. Soal substansi menolak RUU KUHP dan Revisi UU KPK yang sudah ditetapkan silahkan didiskusikan dan masukkan ke DPRD hasilnya. Pasal-pasal yang disoal mana, dan apakah ada masukan-masukan supaya bisa disampaikan kepada yang berwenang, “tegas Angouw.

Selesai pertemuan, Angouw diwawancarai oleh beberapa Jurnalis dan wartawan untuk mempertegas apa yang menjadi substansi persoalan demonstrasi.

Foto: Demo Yang Sempat Anarkis di DPRD Sulut  Beberapa Hari Lalu. 

Pada awak media kembali dirinya menegaskan agar semua yang jadi substansi demo dikaji kembali dan sampaikan secara intelek untuk nantinya disampaikan ke DPR.

“Mahasiswa kan harus research (meneliti dan mengembangkan) nanti bawa kesini dan kita bawa ke. DPR RI karena posisinya DPRD kan wakil rakyat tapi bukan pembuat UU tersebut karena tugas DPRD hanya membuat Perda, “kata Angouw.

Angouw jugamenitipkan pesan pada masyarakat agar kedepannya masyarakat lebih berhati hati memilih eksekutif dan legislatif.

“secara konstitusi negara kita, UU itu dibentuk oleh eksekutif, Presiden, bersama sama dengan legislatif jadi hati hatilah memilih mereka karena kesepakatan mereka jadi undang undang untuk kita, “tambahnya.

Dibagian akhir Angouw menitipkan pesan pada para Mahasiswa agar tidak anarkis dalam meyampaikan aspirasi, tidak memaksakan kehendak dan saling menghargai hak asasi masing masing, “tandas Angouw. (rkm)

Undang Perwakilan Massa Demo, Ini Yang Andrei Angouw Sampaikan

Contoh Widget

Ini adalah contoh widget untuk menunjukkan bagaimana sidebar Kiri tampil. Anda dapat menambahkan widget kustom dari layar widget. Jika widget kustom ditambahkan makan yang ini akan ditimpa.