TERKAIT DUGAAN PEMBIARAN YANG MENGAKIBATKAN KEMATIAN IBU DAN BAYI INI KLARIFIKASI DIRUT RS PROF RD KANDOU

Manado, INewscrime  – Pihak Rumah Sakit Umum Prof Kandou Malalayang membantah melakukan pembiaran terhadap pasien Hesty Toweka, (31) hingga meninggal.
Direktur Utama RSUP Kandou Malalayang Maxi Rondonuwu menjelaskan penanganan terhadap pasien tersebut sudah sesuai Standart Operasional Prosedur, Selasa (09/5/2017).
Berikut kronologis penanganan yang dilakukan pihak RSUP Kandou.
– Pasien Hesty Toweka 31 tahun dirujuk 8 April 2017 dari RS Tobelo Maluku Utara diagnosa hamil 32-33 Minggu tambah Leukositosis
– Dirawat untuk menangani keadaan infeksi ditangani dokter bagian penyakit dalam disertai penanganan menjaga kondisi kehamilan.
– Setelah infeksi teratasi pasien direncanakan untuk terminasi kehamilan dengan cara operasi Sectio Caesarea dengan syarat kehamilan sudah aterem atau diatas 37 Minggu dan kondisi ibu memungkinkan.
– Tanggal 26 April di USG ulang dokter spesialis kebidanan dan sesudahnya dokter menyampaikan kepada keluarga bahwa seminggu kemudian pasien sudah direncanakan untuk persiapan rencana operasi.
– Tanggal 5 Mei, dikonsulkan kebagian anastesi untuk rencana operasi dan akhirnya dijadwalkan di intalasi bedah sentral untuk operasi pada 8 Mei dengan usia kehamilan 36-37 minggu dimana telah dikonsulkan ke bagian bedah untuk pendampingan saat operasi karena dari pemeriksaan USG ditemukan adanya Massa (Tumor) didalam perut.
– Tanggal 6 Mei, sekitar pukul 13.00 Wita pasien alami kenaikan tekanan darah diikuti kejang dan penurunan kesadaran, pasien dinyatakan mengalami Eklampsia, pasien langsung ditangani sesuai protokol penanganan Eklampsia.
– Selanjutnya pasien di pindahkan ke ruangan rawat Intensive Care Unit (ICU).
8 Mei, pukul 06.30 Wita pasien meninggal dunia diruangan ICU.
(Tim dokter kebidanan dan Kandungan RSUP Kandou Manado,Dr.dr. John Wantania,Sp.OG (K), Dr.Juneje J.Kaeng,Sp.OG (K),Ns.Isje Sondakh,Amd.Keb, S.Kep (Kepala Irina D)

Sementara itu terkait dengan keberatan keluarga pihak rumah sakit Prof RD Kandou menghormati dan mempersilahkan keluarga untuk menempuh jalur hukum karena itu adalah hak keluarga. (Roby)