Tak Pernah Tuntas, Dewan Desak Evaluasi Anggaran Eceng Gondok 

Tak Pernah Tuntas, Dewan Desak Evaluasi Anggaran Eceng Gondok 

Foto: Netty Pantouw

Manado, INC. COM– Reaksi tegas diberikan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) untuk persoalan eceng gondok Danau Tondano. Alasannya, setiap tahun dianggarkan namun tanaman gulma itu tak pernah selesai. Wakil rakyat pun mendesak untuk dievaluasi.
Penegasan itu disampaikan Anggota Komisi III DPRD Sulut, Netty Pantouw. Ia mengungkapkan pendapatnya setelah hasil kunjungan kerja komisi mereka ke Danau Tondano. Baginya, danau ini sudah penuh dengan eceng gondok yang mengancam keberadaannya. Dari tahun ke tahun pula Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut secara khusus telah beberapa kali menatanya dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Hanya saja masalah eceng gondok tersebut, hingga kini belum juga selesai. “Pemerintah sudah memberikan dana untuk penanganannya. Maka harus evaluasi anggaran ini, apakah peruntukkannya benar-benar tepat untuk eceng gondok,” tegas Pantouw, baru-baru ini, di tempat kerjanya.
Wakil rakyat daerah pemilihan Minahasa Utara dan Kota Bitung itu menyampaikan, berbicara keselamatan Danau Tondano adalah menyangkut hajat hidup orang banyak. Bukan hanya keindahannya melainkan pula sebagai sumber airnya. “Danau Tondano adalah danau kebanggaan masyarakat Sulut bukan hanya keindahannya saja tapi karena sumber daya airnya,” jelas politisi Partai Demokrat ini.

Selain itu menurutnya, Perusahaan Listrik Negara (PLN) juga menggunakannya karena gunakan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air. “Mereka membutuhkan saluran air dari Danau Tondano,” jelasnya.

Kemudian di sektor pertanian, semuanya mengambil dari air Danau Tondano. Bukan hanya masyarakat sekitar danau melainkan pula aliran sungai dari danau tersebut digunakan juga warga Minahasa Utara. “Pengairan sawah mulai dari Minut, dari hulu ke hilir mengambil dari aliran Danau Tondano ini. Bisa berimbas pada kekeringan kalau tidak dilestarikan,” tutupnya.

(**/RKM)