Tabrak 4 Siswa SMK Di Tonom, Oknum BPK RI Tidak Di Tahan, Ada Apa?

DUMOGA, (INC.COM)- Peristiwa lakalantas melibatkan seorang oknum ASN BPK RI bernama Sugianto yang mengendarai mobil Avansa dengan plat nomor DD 1323 VC terjadi di desa Tonom Dumoga Timur Senin 10-2/2020.

Peristiwa yang mencelakai 4 orang siswa pada salah satu sekolah menengah di Tonom ini terjadi sekira pukul 13.30 wita.

Dua dari keempat siswa tersebut saat ini sedang dirawat dirumah sakit, sedangkan 2 lainnya hanya menderita luka ringan.

Ada hal menarik dari peristiwa lakalantas ini yang menimbulkan tanda tanya pada masyarakat disekitar lokasi kejadian.

Menurut seorang warga yang namanya enggan disebutkan malam setelah kejadian tersebut. Entah di instruksikan oleh siapa Sangadi dua desa di mana para korban tinggal yaitu sangadi desa Tonom dan desa Modoman datang ke Polsek dan menyetujui pelaku dikeluarkan dengan alasan pelaku siap bertanggung jawab dan pihak BPK RI yang menjadi penjamin dan akan bertanggung jawab ada keempat korban tersebut.

Ketika dikonfirmasi pada pihak Polsek Dumoga Timur lewat seorang Bintara Jaga yang bertugas saat kejadian membenarkan bahwa BPK RI yang menjamin pelaku untuk di bebaskan karena yang bersangkutan akan bertugas melakukan audit di Bolaang Mongondow Selatan.

Menurut warga sekitar yang membantu mengevakuasi para korban usai kejadian di TKP, didalam mobil ditemukan sejumlah uang yang oleh para saksi di TKP jumlah uang tersebut berbeda beda saat di konfirmasi. Ada yang mengatakan jumlahnya hanya sekitar Rp 5 juta namun saksi lainnya mengatakan sekitar 30 jutaan.

Menurut salah seorang saksi yang berinisial (AS) dirinya menemukan uang pecahan 100 ribu,50 ribu, dan 20 ribu yang jumlahnya kira kira 5 juta rupiah. Selain itu ada dua buah tas dalam kendaraan tersebut yang satu berisi laptop dan satunya lagi yang berwarna merah tidak jelas isinya apa.
“Saya sendiri yang menyerahkan tas dan uang tersebut pada tersangka di Polsek setelah mengamankannya dari TKP, “ujar AS

Sedangkan saksi yang satunya mengatakan dirinya melihat sejumlah uang sekitar 3 bendel uang pecahan 100 ribu yang masih dalam ikatan dan sisa lainnya terhambur didalam mobil kira kira jumlahnya sekitar 30 juta.
“”kita lia ada sekitar 3 bendel yang masih utuh, tu laeng so taambor saya lihat ada 3 ikatan uang yang utuh, yang lain terhambur dalam mobil),” ujar saksi kedua yang berinisial (LB)

Menariknya, saat dikonfimasi ke Polsek Dumoga Timur, berdasarkan keterangan dari anggota yang bertugas saat kejadian, ketika mobil yang di kendarai pelaku dievakuasi, petugas tidak menemukan apa apa dalam mobil apalagi uang,”terang salah seorang petugas.

Salah satu korban saat dievakuasi dari TKP.

Menelisik peristiwa ini, terbersit pertanyaan dari salah seorang keluarga korban merasakan ada yang ganjil dari peristiwa lakalantas ini.
“Kenapa tiba tiba ada pihak yang mengintervensi perkara ini dengan menawarkan damai yang mengaku utusan Bupati Bolmong Yasti Soepredjo, apalagi pelaku sampai dibebaskan dengan jaminan dari Sangadi desa Tonom dan Modomang dengan alasan pelaku akan menjalankan tugas audit dan berjanji akan bertanggung jawab membiayai semua korban di rumah sakit. Kemudian, Apakah kalau pelaku masyarakat biasa akan mendapatkan perlakuan yang sama dari pihak kepolisian. Selain jika benar pelaku sedang menjalankan tugas auditor dalam rangka LHP dan benar ada uang sebanyak 5 sampai 30 juta dalam kendaraan dari
mana sumber uang itu?,”tanya keluarga korban.

Diketahui para korban adalah:
1. Leonardo mewengkang (16) pelajar alamat desa tonom domoga timur
2.Frendly pandelaki (16) desa modomang
3. Hendriko rahmadi (16) pelajar modomang
4.Valentino loway (17) pelajar modomang

Sedangkan Pengendara sekaligus pelaku bernama Sugianto SE.AK (57) PNS BPK RI beralamat Mess BPK RI WINANGUN ATAS Kecamatan Pineleng.

Menurut personil Polsek Dumoga Timur, berkas perkara kasus ini sudah dilimpahkan ke polres kotamobagu
Kemarin selasa 11/2/2020 sedangkan kejadian terjadi pada senin 10/2/2020.

Saat ini pelaku tidak ditahan dengan alasan masih ada proses pemeriksaan BPK di pemda Bolsel
an sudah ada Sangadi Modomang dan sangadi Tonom yang datang ke kantor polsek dan mengatakan bila pelaku akan bertanggung jawab dan membayar biaya RS dan pengobatan. (RKM)