Sidang Korupsi Dana Audens, Frida : Saya Dipaksa Oleh Ulfa Paputungan

Inewscrime, Manado – Sidang kedua kasus audiens hari ini digelar di pengadilan negeri Tipikor Manado dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.

Adapun saksi yang akan dihadirkan pada Sidang korupsi dana audens pemkab bolmong kali ini  sebanyak 7 orang namun berhubung waktunya tidak memungkinkan maka hanya dua orang saksi yang akan di dengar keteranganya pada sidang kali ini yakni Julien Ester Papulin sebagai kabag keuangan dan Fride M Noor sebagai PPK ( Pejabat pembuat komitmen).

Sebelum di dengar keteranganya Kedua saksi diambil sumpah untuk memberikan keterangan yang baik dan benar dan yang sebenarnya pada kasus korupsi dana audiens tahun 2012 2013

Dalam keteranganya di bawah sumpah dalam persidangan julien mengatakan bahwa dirinya hanya membuat surat surat yang di butuhkan dalam proses pencairan Soal kegiatan dilaksanakan atau tidak saya hanya mengeluarkan SPM (SURAT PERINTAH MEMBAYAR) setelah itu saya serahkan ke ukfa paputungan selaku kuasa pengguna anggaran. pungkas julien.

Menariknya lagi pada keterangan Frida selaku PPK ( pejabat pembuat komitmen ) dirinya menjelaskan bahwa ia tidak pernah bertemu dengan rekanan. ” saya akui yang mulia saya tidak pernah bertemu rekanan. ” Semua sudah ditandatangani lebih dulu oleh penyedia dan penyimpan barang kemudian disampaikan kepada saya selaku PPTK dan saya menganggap bahwa itu sudah sesuai. Frida M Noor juga mengatakan dalam kesaksiannya bahwa dirinya sebagai sebagai PPK tidak dilibatkan dalam pencairan dana.

yang tak kalah menariknya lagi di depan majelis hakim saksi Fride M Noer mengakui bahwa tanda tangan di palsukan dan dia juga mengakui bahwa dia harus menandatangani dokumen walaupun prosesnya tidak sesuai karena di paksa ” saya dibentak dan diancam akan diganti dari jabatannya sebagai PPTK oleh Jack Damopolii asisten ISI bahkan dalam bahasa Manado Jack mengatakan KIAYA NGANA MO TAHANG ITU DOI, SEMENTARA ITU DOI NEGARA BUKANG NGANA PE DOI. Pungkas frida dalam ruang sidang.

Selain diancam oleh jack Damopolii selaku asisten II saya juga di paksa oleh Ulfa paputungan selaku KPA. Ulfa paputungan mengatakan kepada saya bahwa dokumen ini harus ditandangani tidak ada alasan untuk menolak karena ini kegiatan bupati dan wakil bupati. ” Semua ini perintah bupati dan wakil bupati Bolmong  ” kata frida menirukan bahasa ulfa paputungan saat membentaknya.

Ketika ditanya kapan saudara saksi mengetahui bahwa perbuatan ini adalah perbuatan melawan hukum saksi frida menjawab bahwa Dalam hal ini dirinya sebagai PPTK baru menyadari bahwa ini tidak dilaksanakan ketika ini sudah menjadi masalah hukum jawab frida.

Penasehat hukum Marwan Kawinda SH dan rekan saat menanyakan kepada saksi frida selaku PPK  apakah anggaran bisa dicairkan tanpa tanda tangan KPA saksi Frida menjawab tidak bisa. Semua harus ditanda tangani oleh Ulfa Paputungan selaku KPA ( Kuasa pengguna anggaran)

Dalam persidangan ini majelis hakim menyatakan akan memanggil Salihi b Mokodongan dan Yanni Tuuk karena nama mereka sering disebutkan dalam persidangan. Sidang akan dilanjutkan pada tanggal 10 April 2017. Pungkas hakim sambil mengetuk palu bertanda sidang ditutup. ( Didi )