Siap Maju Pilwako Manado, Yongkie Limen: 2 Tahun Tidak Ada Perubahan Saya Mundur

Foto: Yongkie Limen.

MANADO, INC.COM- Pilkada Kota Manado tahun 2020 dipastikan akan berjalan ketat.

Sejumlah nama populer dan dikenal mempunyai basis massa diperkirakan akan bertarung di ajang lima tahunan ini.Salah satunya adalah mantan bendahara DPD 1 Golkar Sulut Yongkie Limen.

Ditemui diruang kerjanya di DPRD Sulut selasa 11-2/2019, politisi yang dikenal dengan tutur katanya yang blak blakan ini menyatakan keseriusannya untuk bertarung di Pilkada Kota Manado yang akan digelar serentak September 2020 mendatang.

Pada awak media dirinya mengatakan jikalau Tuhan berkenan dan masyarakat mempercayakan dirinya jadi Walikota saya ingin jadi berkat buat Kota Manado.

“Kalau memang dipercayakan Tuhan dan masyarakat saya siap melaksanakan. Karena misi saya selama saya masih kuat dan ada kesempatan saya bisa gunakan untuk orang lain

Istilahnya pakailah aku Tuhan selagi aku masih ada. Kalau-pun saya diberi kepercayaan, kase waktu pakita, dua tahun kalau tidak ada perubahan kita mundur, “ tandas YL sapaan akrabnya. Selasa (11/2-2020)

Secara blak blakan dirinya mengatakan membangun Kota Manado tidak susah asalkan punya niat.
“Manado itu uangnya banyak, tidak seperti Kabupaten Kota lainnya
Menjadi pemimpin itu menurutnya jangan jadi penguasa namun harus menjadi pelayan masyarakat.

“ Kalau menjadi pemimpin kalu cuma jadi penguasa lebih baik tidak usah, karena menjadi pemimpin itu harus jadi pelayan bukan penguasa. Masyarakat harus merasakan buah atau hasil kepemimpinan yang ada. Buat apa kalau masyarakat sudah mempercayakan namun hasilnya gagal, berarti pemimpinnya juga gagal. Pemimpin itu dikatakan berhasil apabila masyarakatnya sukses dan sejahtera, itu baru bilang pemimpin yang berhasil.” terangnya.

Menjadi pemimpin di Kota Manado diakuinya memiliki banyak tantangan serta permasalahan termasuk soal  kemacetan dan banjir. Limen menegaskan haraus ada langkah terobosan dalam membuat  terhadap persoalan tersebut.

“ Pemerintah Kota harus melakukan  kebijakan peremajaan kendaraan dan berani melakukan terobosan membuat jalan baru. Kalau anggaran daerah tidak mampu bisa minta ke pusat, tidak perlu malu. Jangan cuma ada niat tapi nda mo beking. Begitupun masalah banjir harus dibangun terlebih dahulu di hilir  dimana air mengalir keluar melaui pantai atau sungai,  itu yang perlu diperlebar kemudian diikuti  perbaikan saluran di hulu dan lain-lain. Kalau  sudah seperti itu saya yakin pasti akan lancar, “ terang politisi yang dikenal blak-blakan ini.

Disisi lain sebagai kota tujuan wisata Manado harus mandiri. Bagaimana meningkatkan perkembangan kota di bidang pariwisata, harus jelas konsepnya.

“Kita membangun  pariwisata tidak bisa hanya mengandalakan Bunaken, banyak sekali potensi wisata yang bisa dikembangkan. Intinya  bagaimana meninggalkan  kesan bagi wisatawan sehingga bisa kembali lagi ke Manado sehingga berdampak di  sector penunjang seperti hotel, ekonomi kreatif terlebih bagi masyarakat  kota Manado secara umum, “kata suami tercinta dari Conny Rares anggota DPRD Kota Manado dari fraksi Golkar ini.