Sawit Makin Subur, Petani di Lolak Terusir, Viktor Mailangkay: Harus Ada Win Win Solution

Foto: Facebook Tribun Manado, Demo Sawit di DPRD Sulut Beberapa Waktu Lalu.  

MANADO, INEWSCRiME.COM

Polemik terkait keberadaan sawit di Sulawesi Utara khususnya di Lolak dan beberapa desa di kecamatan Sangtombolang Kabupaten Bolmong terus mengemuka.

Sudah berulang kali warga yang terdampak akibat penanaman sawit megadukan nasib mereka ke lembaga eksekutif maupun legislatif  namun hingga kini tak kunjung memberikan jalan keluar buat warga yang berdomisi lokasi penanaman sawit tetsebut.

Gubernur Olly Dondokambey sendiri ketika dipertanyakan terkait hal tersebut dengan tegas mengatakan tidak ada industri sawit di Sulawesi Utara.

Indra Wongkar Singal aktifis dari Laskar Merah Putih pada INewscrime.com mengatakan dirinya miris melihat warga lolak dan beberapa desa lainnya di Bolmong harus angkat kaki dari lahan HGU yang sudah berpuluh puluh tahun mereka tanami.

“Pak gubernur yang terhormat.
Di lolak so amper nda ada lahan masyarakat mo tanam padi karna so tanam akang sawit bahkan dari lahan basa di jadikan lahan kering alias sawa kong tanam akang sawit.

Masyarakat mo minta tolong pa sapa dang??,” tulis Indra di laman FB miliknya.

Wakil Ketua DPRD Sulut Viktor Mailangkay

Menanggapi masalah sawit tersebut, Viktor Mailangkay Wakil Ketua DPRD Sulut mengatakan masalah tersebut harus diseriusi oleh DPRD Sulut.

“Aspirasi ini perlu segera ditindak lanjuti dengan Komisi I & II bertemu langsung warga dilokasi guna mendptkan info langsung dari warga & Pihak Investor Kelapa Sawit, serta ditindak lajuti dengan Rapat Kerja Gabungan Komisi I & Komisi II bersama Warga & Investor Kelapa Sawit serta Instansi terkait antara lain : Dinas Perkebunan, Dinas Pertanian & Kanwil BPN Sulut, guna mendapatkan WIN WIN SOLUSI atas masalah yang dihadapi oleh warga di sana (bolmong) ujarnya. (RKM)

Diketahui permasalahan sawit ini sudah mencuat sejak 2017 dimana sejumlah warga dari Desa Bolangat dan sekitarnya saat itu mendatangi DPRD Sulut untuk meminta keadilan terkait penanaman sawit dilahan yang sebelumnya mereka tanami padi namun sejak kedatangan investor sawit mereka nyaris terusir dari lahan yang sudah berpuluh puluh tahun mereka tanami. Sudah pernah ada hearing yang melibatkan stake holder tapi hingga kini masalah tersebut belum membuahkan hasil yang positif untuk semua pihak. (rkm)