Sansitaro Dan Talaud Tak Kebagian Padat Karya, Ronal Sampel Dan Sherly Tjanggulung Minta Dinas Perkimtan Adil

Sansitaro Dan Talaud Tak Kebagian Padat Karya, Ronal Sampel Dan Sherly Tjanggulung Minta Dinas Perkimtan Adil

Foto (Ist) : RDP Komisi 3 DPRD Sulut Dan Dinas Perkimtan

MANADO, INC– Perlakuan yang terkesan diskriminasi dilakukan oleh Dinas Perkimtan Sulut pada Kabupaten Sangihe,Sitaro dan Talaud.

Terungkap dalam RDP Komisi III DPRD Sulut dengan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Daerah Provinsi Sulawesi Utara (Perkimtan Sulut), senin (12/10) pagi ternyata tidak mendapatkan bagian dari program padat karya yang bersumber dari dana Pemulihan Ekonomi Nasional.

Secara tegas dua Aleg Dapil Nusa Utara Ronal Sampel dan Sherly Tjanggulung mempertanyakan alasan apa.alasannya Sansitaro dan Talaud tidak kebagian program tersebut.
“Tahun anggaran 2020 ini, diketahui tidak ada keterlibatan masyarakat kepulauan soal kegiatan pembangunan fisik, mengingat Saat ini masyarakat Sulut masih digerogoti dengan Wabah Covid-19,”ujar Sherly Tjangkulung.

Lanjut Tjangkulung,“Karena saya baca di sini wilayah kepulauan Nusa Utara tidak ada kegiatan yang melibatkan masyarakat. Makanya saya usulkan ke pak kadis (kepala dinas),” ungkap politisi Nasdem tersebut..

Kegiatan yang dimaksud seperti pekerjaan drainase, talud ataupun irigasi. Menurutnya, ini pekerjaan fisik yang melibatkan masyarakat di sana.

“Pak kadis sudah merespon dan dimintakan untuk diusulkan itu nanti anggaran pendapatan belanja daerah tahun 2021,” tutupnya.

Tak hanya itu, Politisi Partai Demokrat Ronald Sampel juga menegaskan kegiatan padat karya penting untuk masyarakat di kepulauan. Apalagi dalam kondisi sekarang ini, mereka sangat membutuhkan sekali pekerjaan.

“Karena padat karya milik rakyat Sulut dan padat karya ini juga memggunakan dana pemulihan ekonomi nasional. Nusa utara juga termasuk yang terkena dampak jadi mesti adil,” tegas Sampel.

Kadis Perkimtan Steve Keppel ST.Msi saat saat dikonfirmasi memgatakan faktor jauhnya jarak adalah kendala utama sehingga daerah Kepulauan tidak mendapatkan program padat karya tersebut.

(Robby)