Kombes Pol Rio permana dan voni panambunan akhirnya akan di eksekusi paksa oleh JPU, Hakim keluarkan surat sakti

Majelis Hakim akhirnya mengabulkan surat panggilan paksa yang dimasukkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap beberapa orang saksi yang tidak kunjung menghadiri persidangan perkara kasus tindak pidana korupsi di Desa Likupang Dua Kecamatan Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara (Minut), dengan berkas terdakwa JT alias Tambunan. Rabu (19/9) siang tadi.

Dalam isi amar putusan yang dibacakan Ketua Majelis Hakim Vincentius Banar dipersidangan menjelaskan, surat permohonan JPU perihal upaya paksa terhadap saksi saksi dalam BAP yang sudah dipanggil tiga kali tapi tidak hadir, yakni Vonny Aneke Panambunan (VAP), Rio Permana Mandagi, Veronika Seon, Alexander Panambunan dan Decky Lengkey.

“Mengabulkan permohonan JPU dalam pokok surat permohonan adalah tentang panggilan paksa JPU. Isi penetapan 1. Mengabulkan permohonan JPU 2. Menghadirkan saksi saksi pada Rabu tgl 26 September 2018 sesuai dengan Hukum Acara Pidana,” ujarnya.

Sementara itu, Penasehat Hukum terdakwa Tambunan yakni Bob Hasan ketika di wawancarai mengatakan karena yang menjadi pejabat eselon 1 dan mempunyai wewenang sepenuhnya di tingkat daerah yakni bupati. Jadi keterangan dan penjelasan para saksi yang belum hadir sangat mempengaruhi dipersidangan.

“Kalau memang tidak ada upaya dari JPU yang sekuat mungkin, walaupun memang ada penetapan panggilan paksa, jelas pemanggilan paksa itu hanya bisa diberlakukan kepada status hukum yang sudah pada tersangka. Jadi panggilan paksa dalam hukum sebagai saksi, tidak sama panggilan paksa sebagai tersangka. Jadi status hukum itu sangat penting,” tegasnya.

Untuk diketahui sewaktu sidang Roza Tidajih dan Roby maukar juga Majelis hakim telah mengeluarkan penetapan panggilan paksa ke jpu namun pihak jaksa tetap saja tidak mampu menghadirkan bupati minahasa utara vini anneke Panambunan dan kombes Pol Rio Permana itu.