Reses Di Kecamatan Tenga, Felly Runtuwene Kucurkan Bantuan Tunai Untuk Fasilitas Warga

Suasana Reses Legislator Partai Nasdem Felly Runtuwene Di Desa Sapa Minsel.

Minsel, INC– Masa Reses Pertama Anggota DPRD-Provinsi Sulawesi Utara yang berjumlah empat puluh lima (45) anggota ini langsung ke daerah pemilihan masing-masing begitu juga anggota DPRD dari dapil kabupaten Minahasa Selatan dan kabupaten Minahasa Tenggara ibu Felly Runtuwene S.E, Hari ini, Rabu (9/5) bertempat di Desa Sapa Timur Kecamatan Tenga Kabupaten Minahasa Selatan,  Anggota DPRD Sulut Felly E Runtuwene melanjutkan kegiatan masa reses I tahun 2018 yang menghadirkan warga tiga desa antara lain Desa Sapa Induk, Desa Sapa Timur dan Desa Sapa Barat.

Dalam masa penjaringan aspirasi masyarakat tersebut, FER (singkatan namanya) mendengarkan aspirasi-aspirasi dari warga sstempat tersebut.

Antara lain yang menjadi sorotan dalam reses tersebut adalah jalan provinsi yang ada di daerah tersebut yang tak kunjung dilakukan pembuatan, padahal sudah pernah di beritahukan oleh pemerintah untuk di adakan pembuatan, seperti yang di kemukakan Ronny  Napu dan Budianto Abdul yang masing-masing adalah warga desa setempat.

Selanjutnya warga desa juga melalui Manuel Tahupia yang juga merupakan warga desa berharap perhatian dari pemerintah untuk memperhatikan daerah pinggir pantai yang jika datang ombak atau intensitas air naik, maka air akan naik ke pemukiman warga setempat dan dapat mengakibatkan banjir.

Tak hanya itu juga, beberapa warga pun dalam kesempatannya menjelaskan kepada FER terkait permasalahan-permasalahan yang menjadi perhatian mereka antara lain mengenai pendidikan khususnya pembangunan gedung sekolah Madrasah, persekutuan rukun suka duka yang di buat oleh tokoh-tokoh agama dan masyarakat setempat dan bahkan lahan pekuburan yang masih kurang di wilayah tersebut.

Untuk hal tersebut FER langsung spontan memberi bantuan dalam bentuk uang membantu masyarakat tersebut antara lain untuk sekolah Madrasyah diberikan 10 juta rupiah, 10 juta rupiah untuk lahan pekuburan, 5 juta rupiah untuk pengadaan bangunan komunitas suka duka, dan 5 juta lagi untuk pembangunan gedung ibadah.

Untuk permasalahan terkait jalan provinsi dan penangulangan air laut FER menjelaskan bahwa hal ini adalah merupakan peran dari eksekutif dalam hal ini pemerintah provinsi.

“saya sudah sering mengingat-ingatkan dalan berbagai rapat dengan eksekutif, tapi memang kita perlu maklumi bahwa dalam pembangunan demikian pasti ada prioritas. Kita juga perlu maklumi bahwa memang dana yang ada sangat minim maka dari itu pembangunannya harus bertahap” Terangnya di depan konstituen yang hadir.

Lanjut ia tetap berharap semua masyarakat terlibat aktif dalam mengawal semua hal tersebut.

“tetap saya ingatkan dari musrenbang ini harus dikawal agar supaya masuk ke propinsi dan saya akan menjaga aspirasi dari masyarakat” tegasnya.

Selanjutnya untuk setiap aspirasi dari reses ini akan di laporkan dalam sidang paripurna laporan reses untuk di sampaikan kepada instansi terkait.

Dalam reses tersebut, masing-masing hukum tua hadir baik hukum tua desa Sapa Induk Rita Pangkey, Hukum Tua desa Sapa Timur Ronny Lengkey, Hukum Tua Desa Sapa Barat Jakson Tahupia dan bahkan masyarakat ketiga desa tersebut. (***/INC01)