Ratusan Petani Cengkih Sangihe Tertipu, Di Duga “Ko Siong” Aktor Intelektual

Surat Pernyataan diatas Meterai Yang ditandatangani oleh Alwina Manutu Terkait keterlibatan Dengan Ko Siong

INewscrime.com– Ada ungkapan yang mengatakan hukum terkadang tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Hal ini pula yang dialami oleh sekira 161 keluarga dan 3 gereja di Tahuna, Manganitu, Manganitu Selatan, Tamako, Tabukan Selatan, dan Tabukan Tengah.

Berawal pada panen cengkeh 2015 seorang wanita bernama Alwina Manutu warga Tahuna lewat kesepakatan bersama bermodalkan saling percaya membeli cengkih dari masyarakat dan berjanji 2-3 minggu akan dibayar harga Rp140-150/kg sedangkan harga pasaran saat itu hanya Rp 100.000/Kg.

Surat Pernyataan Saksi Yang Pernah Mengantar Cengkih Ke Toko Pancaran Berkat milik Ko Siong.

Pada Awalnya pembayaran berlangsung baik, namun sejak Juli-oktober 2015 yang bersangkutan (Alwina Manutu) sudah tidak lagi membayar cengkih yang diambilnya dari masyarakat.

Disampaikan oleh salah seorang korban yang namanya enggan disebutkan, berdasarkan perhitungan mereka Kerugian yang dalami masyarakat kurang lebih 90 ton yang jika di rupiahkan sekitar Rp 13.250.467.250,- (Tiga belas milyar duaratus lima puluh juta 467 ribu 250 rupiah) yang dialami oleh161 keluarga, 3 gereja di tahuna, manganitu,tamako, mansel, Tabsel, Tabukan tengah.

Disampaikan oleh sumber, telah beberapa kali dilakukan pendekatan secara kekeluargaan tapi yang bersangkutan mengaku sudah tidak sanggup membayar.

Terkuak dalam wawancara di dengan salah satu korban asal Manganitu, diduga ada pihak lain di belakang ini. Karena berdasarkan pengakuan beberapa saksi, setelah diambil dari masyarakat, cengkih dari masyarakat itu di bawa toko Pancaran Berkat milik mantan anggota dewan Sangihe 2 periode Sion Thungari alias Ko Siong.

Berdasarkan keterangan sumber yang diwawancarai oleh INewscrime.com masalah ini. Sudah dilaporkan ke Polda Sulut dan dari Polda Sulut telah mengembalikan berkas perkara tersebut pada Polres Sangihe dan hasilnya pelaku Alwina telah ditahan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Namun kejanggalan yang dirasakan oleh para korban adalah tidak tersentuhnya Ko Siong oleh aparat penegak hukum. Padahal nama Ko Siong sendiri sudah berulang disebut dalam persidangan.

Diduga, “ko siong” adalah aktor utama dalam perkara ini bahkan menurut penuturan sumber ko Siong pada sumber bahwa alwina telah melibatkan namanya dalam perkara ini, namun saat sumber menyuruh Ko Siong melaporkan Alwina pada polisi Ko Siong berkelit bahkan terkesan takut melaporkan Alwina.

Diketahui sumber adalah salah satu korban yang menderita kerugian sekitar 2 ton lebih atau sekitar 400 ratus juta rupiah. Pada INewscrime.com sumber beserta korban lainnya pihak berwajib dalam hal ini Polres Sangihe dapat benar benar mengungkap siapa aktor intelektual dibalik perkara ini.
“Kami berharap pihak keamanan dalam hal ini mampu mengungkap. aktor intelektual perkara ini untuk dapat bertanggung jawab atau bersedia secara kekeluargaan mengganti kerugian yang kami derita, kami Juga berharap penegak hukum dapat memberikan rasa keadilan buat kami,”kunci sumber.

(Redaksi)