Proses Tender Ulang Proyek Jembatan Kuwil Diduga Ada Konspirasi

#Sanny Warow Imbau Pekerjaan Lanjutan Diawasi Dengan Saksama

MINUT, – Keberadaan proyek pembangunan jembatan Kuwil, di Kecamatan Kalawat Minut dihentikan akibat dugaan konstruksinya tidak sesuai. Selain dugaan tak sesuai, sampai pertengahan tahun 2019 ini, terlalu banyak aduan warga yang masuk ke redaksi DPRD Minahasa Utara (Minut).

Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Minut pun bereaksi. Ketua Komisi II DPRD Minut, Moses Corneles menanggapi, sesuai laporan, pekerjaanya sudah diberhentikan oleh Pemkab Minut dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
“Makanya untuk memastikan hal itu, kami meninjau langsung, benar atau tidak dan akan pastikan penyebabnya apa,” jelasnya.

Foto : Sanny Warouw

 

 

 

 

 

 

Dihentikannya pekerjaan proyek jembatan Kuwil ini tentu saja membawa kedongkolan dihati masyarakat setempat. “Kalau diberhentikan pekerjaannya, kapan akan selesai. Sedangkan kami sudah sangat membutuhkan jembatan ini.

Dalam waktu dekat Pemkab dan Dekab harus buat terobosan, sebaiknya plot lagi anggaran kemudian di tenderkan lagi agar pembangunan tidak mubasir,” tukas Noch Sambow warga Desa Kuwil yang dikenal paling vokal berkicau atas ketidak beresan pekerjaan miliaran Rupiah tersebut.

Perlu diketahui, dihentikannya proyek pembangunan Jembatan Kuwil ini karena kontruksinya berbeda. Salah satunya, tiang pancang yang seharusnya 9 M semua, hanya dikerjakan bervariasi, ada yang 5 M, ada 6, 7, dan 8 M.
Jadi diberhentikan sementara, sampai semua pihak terkait membuat kajian kembali, baik dari konsultan perencanaan dan perusahaan pelaksana. Tetapi, akhir bulan Mei, mereka sudah harus memasukkan kajianya, dan sudah kembali bekerja lagi.

Dilain pihak, Sanny Warow pemerhati pembangunan Minut menduga, pekerjaan Proyek Jembatan Kuwil tersendat-sendat karena sudah ada konspirasi yang tidak fair didalamnya.
“Ada indikasi “mantan” kontraktor tahun lalu, kembali bekerja di proyek yang sama ini, itu tidak boleh sebab dapat memunculkan masalah. Jangan mengulang kesalahan yang sama, apalagi menyanhkut uang negara,” ujarnya.

Setahun silam, lanjut Warow, kontraktor tersebut mangkrak, anehnya dia masuk lagi dan lolos. “Mungkin saja pada tahun ini juga, dia mangkrak lagi. Yang dirugikan adalah negara dan rakyat, mengingat Jembatan Kuwil ini sangat strategis dan penting untuk keperluan masyarakat disitu padahal jembatan sudah patah sejak 15 Januari 2014,” timpal Sanny Warow.

Ia juga menguraikan, Tahun 2018 lalu PT SAS dipinjam oleh seorang kontraktor berinisial Ko EM. Sayangnya pekerjaannya mangkrak hanya mencapai 38% saja.
“Anehnya, lelang tahun ini pemenang PT STP, namun pemilik dananya ternyata orang yang sama. Apa itu tidak menyalahi aturan,” cecer Warow.

Ditambahkan Warow, Panitia, PPK dan Kuasa Anggaran, Kuasa Pengguna Anggaran harus benar-benar memperhatikan. Ibu Bupati juga harus aktif melakukan pengawasan, jika memang betul indikasi itu. Untuk itu sebaiknya pemerintah menggagalkan tender dan lakukan tender ulang,” pintanya. (JS)