Pesan Moral Dari Sebuah Hinaan,Wartawan Ini Ajarkan Bagaimana Cara Memberi Tanpa Pamrih

"Anes Tumengkol Salah satu jurnalis media online yang ada di Sulut"
“Anes Tumengkol Salah satu jurnalis media online yang ada di Sulut”

Manado, iNewsCrime – Saat curah hujan menguyur Kota Manado mengakibatkan para pengendara motor menepi.

Sambil menunggu hujan untuk berhenti, saya mampir di salah satu Supermarket yang menyediakan tempat duduk. Saat itu terlihat banyak orang mampir sambil memanfaatkan wi-fi free, Pukul 20:30 Kamis (02/02/2017).

Tiba-tiba tempat itu menjadi ribut dengan topik seorang Bapak yang terlihat cukup tua, nampak tidak terawat, berdiri membawah karung sambil berkata dengan bahasa sulit untuk dimengerti.

“Woi bro sana ngana pe kakak ada cari pa ngana,” teriak seorang A, kepada sih B, yang lagi nongkrong sahut sih B “dia mo ba order pa ngana, mar ente cuman alihkan pa kita,” katanya sambil tertawa.

Ternyata sih A, dan B ini berprofesi sebagai ojek online.

“dia lagi baca mantra supaya ujang cepat brenti,” pungkas Sih A kepada teman-temannya.

Merekapun tertawa termehek-mehek mendengar hal itu.

Tiba-tiba seorang pemuda pergi membuka bagasi motornya, dan mengambil sebuah roti untuk diberikan kepada Bapak yang jadi bahan tertawaan, ketika pemuda itu memberikan roti kepada bapak, terdengar suara dengan nada sopan “makasih Nak”, ucap Bapak sambil terseyum kepada pemuda itu.

“Seorang bapak yang jadi bahan tertawaan”

Inilah realita kebiasaan Orang Manado, selalu melihat kafer/penampilan seseorang.

Pemuda ini mengajarkan kita bagaimana memberi, dengan tangan kanan tanpa harus diketahui tangan kiri, dan Bapak itu mengajarkan tentang hal berbahasa sesungguhnya.

Pertanyaan disini dimana peran Pemerintah? Untuk memberdayakan ini.

Pasalnya saya tidak mengetahui tugas, dan tanggung jawab para wakil rakyat, yang setiap hari pergi ngantor di jam kritis ’12 siang’ bahkan ada yang tidak pernah kelihatan di gedung cengkeh, atau mereka terlalu sibuk dengan kerjaan melancong dengan alasan tugas Negara.

Ironisnya Masyarakat terlena dengan Euforia wacana program yang tidak pernah terealisasikan dengan rata ‘sorga telinga’.

Seorang pemuda yang memberikan roti kepada bapak yang berbaju compang camping ini bernama Anes Tumengkol yang keseharianya bekerja sebagai seorang Jurnalis di salah satu media online disulut. (Sisca)

Please follow and like us: