PEMERINTAH DESA “MOLOMPAR ATAS” AJAK MASYARAKAT KERJA SAMA DALAM PENGAWASAN DANA DESA.

Foto : Proyek Dana Desa Molompar Atas, Sedang Dalam Pengerjaan.

MITRA,INEWSCRIME.COM- Pengerjaan proyek yang di danai oleh Dana Desa tahap pertama tahun 2019 di seluruh Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) sudah mulai dikerjakan.

Pantauan INewscrime.com, di desa Molompar atas kecamatan Tombatu Timur pekerjaan drainase tertutup sudah mulai dikerjakan juga pemberian makanan tambahan bagi anak anak sekolah, pemberian Insentif bagi kader Posyandu serta penyediaan buku administrasi desa.

Dari 11 desa yang ada di kecamatan Tombatu Timur baru 4 desa yang lengkap pertanggung-jawaban sehingga dananya sudah cair dana pengerjaan kegiatan pembangunan sudah mulai dikerjakan.

Ke empat desa tersebut adalah desa Molompar Dua Selatan, Molompar Atas, Molompar Dua dan Esandom Dua.

Sementara 7 desa lainnya belum, karena masih harus melengkapi pembayaran pajak Dana Desa tahun 2018 dan galian C, serta pertanggung-jawaban Dana SILPA (Sisa Lebih Pakai). Tugas kami di kecamatan mengawasi dan menanda-tangani rekomendasi. Sedangkan pelaporan dari (pemerintah) desa langsung ke Pemkab.

Foto: Hukum Tua Desa Molompar dan Perangkat.

Sementara itu Hukum Tua Desa Molompar Atas Nofly Tiow mengatakan, sejumlah kegiatan pembangunan fisik dan non-fisik dilakukan pihaknya.

 

“Kami mengerjakan pembangunan drainase tertutup dengan biaya Rp 137.351.000. Kemudian ada kegiatan pelayanan masyarakat seperti Posyandu dan Lansia, tutorial PAUD. Seluruh kegiatan bagi kemajuan masyarakat desa,” ujar Tiow.

Lebih lanjut Tiow menjelaskan untuk pengerjaan Drainase tertutup ini,dikerjakan oleh semua warga yang ada didesa.

“Berkat dukungan dari semua masyarakat yang ada didesa molompar atas sehingga pekerjaan drainase tertutup bahkan bidang lain yang anggarannya dari dana desa boleh terlaksana dengan baik,” Kata Tiow.

Terpisah Sekertaris Desa Junaidy Rolos mengatakan pekerjaan yang di danai oleh Dana Desa di desa kami boleh terlaksana berkat kerja sama dari pemerintah desa dan perangkat desa bahkan seluruh masyarakat.

“Masyarakat di desa Molompar atas harus bekerjasama dengan pemerintah desa, sehingga semua program pemerintah dapat dijalankan bersama sama,” Ujar Rolos.

 

Terkait hal yang sama, bendahara desa Ari Losung mengungkapkan, sesuai dengan peraturan menteri dalam negeri no 46 Tahun 2016, tentang laporan kepala desa, bahwa kepala desa wajib menyampaikan informasi penyelenggaraan pemerintah desa kepada masyarakat desa.

“Dalam permendagri tersebut masyarakat desa berhak untuk meminta dan mendapatkan informasi dari pemerintah desa mengenai kegiatan penyelenggaraan pemerintah desa, pelaksanaan pembangunan, pembinaan masyarakat, dan pemberdayaan masyarakat, berupa baliho atau poster APBDES peruntukan dana desa tahun berjalan yang telah ditetapkan dalam musyawarah desa” kata Losung.

Berkenaan dengan hal itu, Molompar Atas kecamatan Tombatu Timur , Kabupaten Mitra juga memasang baliho yang dipasang di samping kantor desa. Baliho tersebut memuat pengumuman penggunaan dana desa yang sedang berjalan pada tahun 2019.

Selain itu, sesuai dengan arahan menteri desa dan Bupati Minahasa Tenggara, bahwa setiap desa wajib memasang baliho atau poster dana desa ditempat umum yang bisa diakses oleh masyarakat yang memuat peruntukan dan realisasi dana desa tahun berjalan, supaya masyarakat bisa tau apa-apa yang akan dilaksanakan oleh desa ditahun 2019 ini.

“Serta dengan harapan masyarakat bisa ikut berperan dalan mengawal dan mengawasi kinerja kami di desa dalam merealisasikan peruntukan dana desa tahun ni” kata Losung.

Dia menjelaskan dengan adanya baliho atau poster tersebut masyarakat bisa ikut serta bersama-saa pemerintah desa dalan merealisasikan APBDES yang telah ditetapkan melalui musyawarah desa. Selain itu baliho tersebut sebgai transfaransi atau keterbukaan penyelenggaraan pemerintah desa kepada masyarakat.

Dengan tujuan agar masyarakat bisa ikut berpartisipasi dalam membangun dan memajukan desa, karena tanpa peran dan dukungan seluruh elemen masyarakat yang ada, desa juga tidak bisa berbuat apa-apa saja.

“Ada 1 titik yang dipasang baliho, di kantor desa. Dengan Memasang baliho untuk peruntukan dana desa tahun berjalan, dan ini bisa menjadi contoh bagi desa lain di Kabupaten Mitra,” pungkas Losung.

(Redaksi)