Miris !!!! Warga Desa Paputungan di Intimidasi Di Tanah Sendiri, Polres Minut Bukannya Melindungi Warga, Malah Kawal Perusahaan

INewscrime.com – Hal memiriskan terjadi terkait dengan pembangunan kawasan pariwisata di desa Paputungan Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara.

Demi memuluskan rencana pembangunan kawasan pariwisata tersebut warga didesa paputungan yang berdomisili di sekitar kawasan yang akan di bangun kawasan pariwisata tersebut di intimidasi oleh perusahaan yang disinyalir akan membangun kawasan tersebut.

Seperti yang dialami oleh Bapak Andris Takasili dan masyarakat desa Paputungan lainnya pada tanggal 7 Maret 2018. Ketika mereka berusaha menghalangi pihak perusahaan yang akan mengukur lahan yang mereka gunakan untuk bercocok tanam mereka malah di hadang oleh polisi bersenjata lengkap.
“Dorang hadang torang deng senjata lengkap padahal torang cuma mo jaga lahan yang sampai saat ini masih torang punya,”ujarnya

Diketahui PT Bhinneka Manca Wisata mengklaim bahwa mereka sudah memiliki sertifikat atas tanah tersebut sehingga mereka melakukan upaya untuk melakukan pengukuran atas tanah tersebut.

Saat di konfirmasi pada warga paputungan lainnya mereka mengatakan bahwa tidak ada kesepakatan apapun antara warga dengan perusahaan tersebut. Apalagi mengingat status tanah tersebut adalah tanah pasini.

Saat Di konfirmasi oleh INewscrime.com pada Kapolres Minut AKBP Alvaris Pattiwael terkait keterlibatan personil Polres Minut saat pengukuran di desa Paputungan tersebut. Yang bersangkutan terkesan enggan untuk memberi jawaban dengan alasan pada saat itu ada rapat dan belum mengenal jurnalis INewscrime.com.

Pemerintah Kabupaten Minahasa dalam hal ini Bupati Vonny Panambunan sendiri menurut warga Paputungan pada saat datang kedesa mereka memberi pernyataan bahwa tidak akan memberi izin pada perusahaan sebelum ada kesepakatan dengan warga desa Paputungan,”tukas Pak. Andris.

Diakhir pernyataannya Bapak Andris Takasili dan perwakilan warga yang menyambangi INewscrime.com menyatakan tak akan mundur sedikitpun untuk mempertahankan hak mereka. (Bob)