Minimnya Perhatian Dari Disparbud Minsel, Terhadap Situs Budaya Batu Lesat Rumoong Bawah

Minimnya Perhatian Dari Disparbud Minsel terhadap Situs Budaya Batu Lesat Rumoong Bawah

Amurang, Inewscrime.com – Dengan peninggalannya mengisahkan segudang cerita masa lalu. Namun, dari semua jejak sejarah itu tak semuanya terawat dengan baik.

Dari penelusuran Inewscrime.com misalnya di Situs peninggalan bersejarah Batu (Lesat) peninggalan Dotu (Mamarimbing), yang terletak di Kelurahan Rumoong Bawah, Kecamatan Amurang Barat, Kabupaten Minahasa Selatan pemeliharaannya tak pernah disentuh Dinas Parawisata dan Kebudayaan Minsel.

Pasalnya situs Batu lesat peninggalan Dotu Mamarimbing sebagian tembok pagar keliatan retak dan teracam rapuh, tak ada perhatian secara langsung dari dinas Disparbud Minsel.

Padahal tempat peninggalan budaya ini sering dikunjungi oleh warga yang datang dari berbagai daerah di tanah Minahasa.

Frangky Walukow warga Kelurahan Rumoong Bawah kepada media pada sabtu (15/06/2019) mengeluhkan sikap Disparbud Minsel yang acuh tak acuh terhadap situs budaya Minsel ini.

“Pernah ada dari pegawai dinas Disparbud datang bersama berapa perempuan, namun hanya sekedar bertanya dan kase harapan mo usul bantuan perawatan, dimana akan di cet, mar sampe skarang nda muncul-muncul.” ungkapnya.

Kebutulan rumah saya berdekatan dengan tempat ini, jadi saya yang sendiri merawatnya dengan sukarela tanpa di gaji atau dibayar.

“Tempat ini kita kase bersih sandiri, karena rasa malu kalu ada tamu kong tempat ini kotor.” pungkasnya.

Dia berharap Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan dan lebih khusus dinas terkait Disparbud untuk dapat memperhatikan dan dapat melestarikan, tempat ini kembali, karena situs bersejarah ini juga milik pemerintah.

Berdasar penuturan Franky sebelumnya Batu Lesat ini konon dijadikan tempat pertemuan Dotu Mamarimbing dan pasukannya untuk mengatur strategi mengusir tentara kerajaan Bolaangmongondow yang telah masuk kewilayah tanah Minahasa.

Perang Minahasa-Bolmong, tentara kerajaa Bolmong dipukul mundur sampai poigar, kemudian Dotu Mamarimbing tancapkan patok sebagai perbatasan antara Minahasa dan Bolmong tepatnya di kuala poigar, arti Marimbing adalah juru badengar burung wara/burung manguni.

(MarselTiow)