Yusra Alhabsyi Anggota DPRD Sulut (PKB) Dapil Bolmong. 

Deprov Sulut, INewscrime.com

Kabar tak sedap yang berhembus dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Kandou Malalayang, tercium Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut). Adanya keluhan pihak keluarga dari guru agama Alexander Pangkey yang meninggal akibat ditikam muridnya jadi penyebab. Langkah ‘menguliti’ rumah sakit (RS) tipe A ini ditegaskan.

Bila kemudian keluhan itu bersifat laporan maka Komisi IV DPRD Sulut dinilai wajib menindaklanjutinya. Dalam rangka mencari kebenaran dari informasi tersebut. “Entah itu kita akan klarifikasi dalam RDP (rapat dengar pendapat) dari pihak yang berangkutan atau turun ke lapangan. Kita akan tanya siapa yang menangani. Kan ada jam masuk, jam brapa, penanganan jam brapa,” tegas Anggota Komisi IV DPRD Sulut, Yusra Alhabsy, baru-baru ini, di ruang kerjanya.

Harapannya memang prosedur penanganan di RS perlu diperbaiki. Harus lebih baik dari yang lalu.

“Supaya tidak ada keluhan seperti ini. Apalagi ada insiden seperti itu,” paparnya.

Masalah keterlambatan penanganan akan sangat berpengaruh kepada nama baik RS ini. Citra RS tersebut menurut Yusra, seharusnya dinaikkan, bukannya justru kian rusak. Apalagi sebagai RS negara.

“Urusan terlambat penanganan bisa berakibat pada rusaknya citra rumah sakit. Apalagi ini tipe A milik pusat Kementerian Kesehatan,” terangnya.

“Bisa saja penjadwalan untuk RDP atau pertemuan awal mitra kerja ini akan langsung kita segera tanyakan. Tapi saya belum tahu persis laporan resmi dari yang bersangkutan korban. Jika ada laporan segera kita tindaklanjuti,” kuncinya. (*/rkm)

Masih Banyak Keluhan Warga, Yusra Alhabsyi Sorot Pelayanan RD Kandouw

Contoh Widget

Ini adalah contoh widget untuk menunjukkan bagaimana sidebar Kiri tampil. Anda dapat menambahkan widget kustom dari layar widget. Jika widget kustom ditambahkan makan yang ini akan ditimpa.