Lakukan Pencemaran Udara, Adriana Dondokambey Warning PT MNS & PT AMR

Legislator PDIP Adriana Dondokambey.

Manado, iNC. com–Legislator PDI Perjuangan di Deprov Sulut Adriana Dondokambey memberikan stalement keras terkait dugaan pencemaran lingkungan yang dilakukan PT. Multi Nabati Sulawesi (MNS) dan PT. Agro Makmur Raya (AMR) yang berlokasi di kota Bitung .

Dirinya meminta Pemerintah Kota Bitung melalui instansi terkait yakni Badan Lingkungan Hidup maupun Dinas Lingkungan Hidup Propinsi segera berkoordinasi untuk melakukan pemeriksaan secara ketat dugaan pencemaran yang banyak dikeluhkan masyarakat terutama yang bermukim di sekitar perusahaan tersebut.

“ Instansi terkait baik yang ada di Kota Bitung maupun Propinsi seharusnya segera merespon keluhan masyarakat. Persoalan ini sangat serius karena sudah mengganggu kesehatan maupun aktifitas masyarakat, ini tidak boleh didiamkan, “ tegas Dondokambey.

Disisi lain legislator Dapil Bitung – Minut ini minta perusahaan segera melakukan pembenahan untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan akibat pencemaran tersebut.

“Perusahaan jangan hanya diam, secepatnya lakukan pembenahan bersama-sama dengan instansi terkait yakni Badan Lingkungan Hidup dalam hal ini petugas pengawasan, agar supaya tidak berdampak lebih luas karena bisa berakibat lebih buruk lagi kalau dibiarkan. Ini katanya sudah berlangsung selama empat tahun masak tidak ada pemeriksaan oleh dinas terkait.” tukas ketua komisi III ini.

Ditambahkannya dengan kejadian tersebut seharusnya instansi berwenang lebih memperketat pengawasan serta tegas memberikan sanksi apabila perusahaan tersebut terbukti atau lalai dalam menjalankan standar operation System (SOP) yang berlaku.

Diketahui masyarakat yang bermukim di Kelurahan Paceda dan Madidir Unet Kota Bitung kembali mengeluhkan Keberadaan dua perusahaan yakni PT. Multi Nabati Sulawesi (MNS) dan PT. PT Agro Makmur Raya (AMR) yang diduga melakukan pencemaran lingkungan sehingga berdampak pada kesehatan masyarakat.

Salah seorang warga yang mewakili masyarakat Kelurahan Paceda Richard Leohang mengungkapkan masyarakat sudah berulang kali menyampaikan keluhan tersebut kepada kedua perusahaan tersebut. Pihak DPRD Kota Bitung bahkan sudah turun langsung, namun sampai saat ini pihak perusahaan tidak pernah menggubris.

Menurutnya akibat dampak yang diakibatkan polusi yang keluar dari cerobong asap pabrik milik PT.MNS banyak warga sekitar terganggu kesehatannya bahkan sudah beberapa masyarakat yang meninggal dengan keluhan penyakit Ispa akibat polusi yang sudah berlangsung sekitar 4 tahun tersebut.

Sementara keberadaan PT.AMR juga dikeluhkan masyarakat dimana limbah yang menimbulkan bau menyengat serta serangga kumbang Wawung (Logong) yang menyebar di pemukiman sangat mengganggu kenyamanan warga.(Rk)