Foto (google) Ronal Sampel Anggota DPRD Sulut Dapil Sangihe

DEPROV SULUT, INEWSCRIME.COM

Aksi penikaman murid terhadap gurunya di Mapanget memantik reaksi Dewan Perwaklan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut). Belakangan ini, kejahatan dinilai kian marak. Desakan untuk menggencarkan kembali tim khusus di Kepolisian Daerah (Polda) mengencang.

Pada INewsxrime.com via Whatsapp Ronal Sampel mengatakan,¬†¬†Sejak beberapa pasukan khusus Polda gencar melakukan sisir di wilayah Kota Manado, tindakan kejahatan dipandang sangat minim. Sayangnya, setelah tim khusus kepolisian seperti Baracuda, Manguni dan Paniki mulai kurang berpatroli aksi ‘nakal’ dinilai sering terjadi.

“Dahulu sewaktu tim Manguni, Baracuda, tim Paniki rajin berpatroli, sedikit sekali kejahatan,” ujar Anggota Komisi I DPRD Sulut, Ronald Sampel, di ruang kerjanya, baru-baru ini.

Tim-tim khusus ini menurutnya, perlu melakukan penelusuran di wilayah-wilayah yang rawan. Seperti kawasan Megamas ketika malam hari. Ada banyak yang masih muda-muda suka nongkorong dan meneguk miniman keras di sekitar situ.

“Kalau kita jalan di kawasan Megamas itu malam-malam, ada banyak mereka yang sering miras di situ. Mereka ini perlu ada patroli. Agar mencegah terjadinya kejahatan,” tuturnya.

Keamanan baginya sangat penting karena mempengaruhi semua sektor. Bukan hanya ekonomi tapi juga pariwisita. Jangan kemudian sudah ada perisitiwa penikaman baru bergerak.

“Jangan ada turis sudah ditikam baru bertindak. Kan gejalanya sudah kelihatan. Nanti kalau ada pertemuan dengan polda (kepolisian daerah) kami akan sampaikan itu,” tutupnya. (*/rkm)

Kejahatan Kian Marak, Komisi I Himbau Baracuda Cs Diaktifkan Kembali

Contoh Widget

Ini adalah contoh widget untuk menunjukkan bagaimana sidebar Kiri tampil. Anda dapat menambahkan widget kustom dari layar widget. Jika widget kustom ditambahkan makan yang ini akan ditimpa.