Kasus Positif Covid -19 Terus Bertambah, JAK Dorong BPBD Dan Gugus Tugas Covid 19 Provinsi Sulawesi Utara Perkuat Koordinasi Dengan Pemerintah 15 Kabupaten Kota

Kasus Positif Covid -19 Terus Bertambah, JAK Dorong BPBD Dan Gugus Tugas Covid 19 Provinsi Sulawesi Utara Perkuat Koordinasi Dengan Pemerintah 15 Kabupaten Kota

FOTO (IST) : JAMES ARTHUR KOYONGIAN WAKIL KETUA/ KOORDINATOR KOMISI III DPRD SULUT

DPRD SULUT, INC- Wakil Ketua DPRD Sulut sekaligus Koordinator komisi III James Arthur Kojongian (JAK) mendorong Kepala BPBD Sulut Joy Oroh  sebagai sekretaris Gugus tugas Covid 19 Sulut lebih serius melakukan upaya penanganan secara masif mengingat sampai hari ini jumlah orang terkonfirmasi positif covid 19 masih terus bertambah.

Hal diatas dikatakan oleh “JAK” sapaan akrabnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPRD Sulut bersama Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Selasa (2/6/2020) dimana dalam RDP tersebut memberi perhatian khusus  pada upaya penanganan covid 19 yang dilakukan pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

“ Mengingat masih adanya pertambahan kasus positif covid di Sulut saya berharap Kepala BPBD dapat menjalankan fungsi koordinasi dengan baik antar lembaga maupun pemerintah yang ada di 15 kabupaten/kota, karena menangani wabah covid 19 ini tidak mungkin hanya mengandalkan kekuatan gugus tugas Propinsi saja. Dengan demikian segala bentuk program kegiatan bisa berjalan dan terlihat baik ditengah-tengah masyarakat “ ujar politisi Golkar ini.

Disisi lain 96 milyar yang dialokasikan untuk gugus tugas covid 19 Sulut dan 9 milyar khusus untuk BPBD, legislator dapil Minsel-Mitra ini berharap  ada keterbukaan agar dapat dievaluasi apakah anggaran tersebut bisa mencukupi  atau diadakan penambahan.

“ Karena kalau kita melihat dari data statistik yang ada, Sulawesi Utara khususnya kota Manado dalam posisi puncak-puncaknya pasien positif covid, apalagi saat ini ada informasi sampel yang antri untuk diperiksa di laboratorium mencapai ribuan yang menunggu hasil.”  tambahnya.

“ Kita tidak tahu hasilnya berapa banyak yang positif nanti, namun yang harus kita persiapkan disini misalnya volume ketersediaan rumah sakit yang akan menampung orang-orang yang terinfeksi apakah masih dalam taraf yang cukup, baik pemeriksaan maupun penanganannya , termasuk juga anggaran jangan sampaianggaran yang dialokasikan 96 milyar  ternyata belum mencapai penanganan yang ada di Sulawesi Utara.” pungkas JAK.

(RKM)