Jems Tuuk : Tuntutan “Tantiem” Bank SulutGo Ibarat Jarum Yang Menusuk Diri Sendiri

iNewscrime.com,Manado- Persoalan Dana Tantiem PT. Bank SulutGo  yang terus mengemuka di PT. Bank SulutGo beberapa pekan ini ternyata menggelitik legislator Vokal Deprov Sulut dari Fraksi PDI-Perjuangan Julius Jems Tuuk.Dirinya bahkan menganalogikan hal tersebut ibarat jarum yang menusuk diri sendiri.

“sebaiknya kita telaah lebih dalam lagi Undang-undang yang mengatur dana ini sehingga kita bisa memaknai lebih santun dan berdedikasi” ungkap Tuuk pada media  via ponsel, Selasa, 6/9-2017.

Soal Dana Tantiem sendiri  diatur dalam UU Perseroan no 71. Menurut UU tersebutYang sifatnya Bonus setela mendapatkan keuntungan.. Pertanyaan.
1. Apakah Tantiem wajib diberikan?
2. Siapa yang memutuskan Tantiem diberikan?
3. Apa saja Syarat Tantiem diberikan?

“Bagi saya dana Tantiem ini  bukan hak Karyawan, Direksi atau Komisaris, Tapi gift atau Pemberian, selain itu pemberian bonus juga ada syarat syaratnya, misalnya : Pencapaian profit sesuai target, Biaya Operational yang gila-gilaan, Tidak terjadi Fraud, Target Funding dan Lending tercapai, Target Operational yang efisien dan efectif” kata Tuuk.

Lanjut Tuuk mengatakan,

“Yang memutuskan Tantiem adalah RUPS begitu pula di ikutkan dengan Syarat-syaratnya.Pemberian Tantiem atau Bonus tersebut yakni Target Profit atau Laba harus tercapai, Tidak ada Fraud atau Kecurangan yang disengaja oleh Management (Direktur dan Komisaris) yang dampaknya merugikan banyak nasabah, tidak terjadi Kebijakan yang keliru mengakibatkan BSG mengalami kerugian Milyar,  serta target Funding dan Lending  tercapai, “tegas anggota dewan yang di kenal tegas dalam setiap pembahasan di deprov Sulut ini.

“Bagaimana dengan tuntutan Sebagian Direksi dan Komisaris yang lama, apakah tuntutan mereka dapat di terima dan bagaimana seharusnya Pemegang Saham menanggapi tuntutan mereka, “tambahnya.

Menurut Tuuk, tuntutan sebagian Direksi dan Komisaris,  harus dikaji secara mendalam, mengapa? karena kinerja mereka selama 2 s/d 3 tahun terakhir jauh dari kata Profesional. Dimana target profit tidak tercapai, pihak Bank SulutGo dibebankan bunga SUN, terjadi Fraud, dan Operational Cost yang tinggi.

Semuanya ini adalah bagian dari kinerja Management yang lama, Sekalipun saya tau bahwa ada 2 direksi yang bekerja sangat profesional. Melihat fakta pada laporan keuangan Bank SulutGo, seharusnya tuntutan mereka (Direksi dan komisaris) yang lama lebih pada kajian yang matang karena disesuaikan dengan raport kerja mereka, waktu memimpin Bank SulutGo kemarin.

‘Bukannya menuntut Bonus atau Tantiem itu semata, bagi Saya tuntutan mereka sangat tidak masuk akal karena raport yang dihadirkan merah, Saya yakin kinerja mereka ditegur oleh OJK, “tukasnya.

” Jadi menurut hemat saya baiklah kajian dan perilaku sifat UU dana Tantiem ini dikedepankan sehingga polemik jarum menusuk diri sendiri ini akan segerah terselesaikan, marilah kita duduk bersama dan selesaikan persoalan ini secarah gentle karena kita semua ciptaan Tuhan,”himbau kakak kandung Wakil Bupati Bolmong ini.