Jems Tuuk: Tak Ada Alasan Untuk Mengganti Jajaran Komisaris dan Direksi Bank SulutGo

INewscrime.com- Pernyataan Bupati Bolmong Yasti Soepredjo saat RUPS Bank SulutGo yang mendesak agar jajaran Direksi dan Komisaris diganti di tanggapi nyinyir oleh Ir Julius Jems Tuuk anggota DPRD Sulut dari PDI Perjuangan Dapil Bolmong Raya.

Si “Ahok” dari mogoyunggung ini menilai pernyataan Bupati sama seperti orang yang tidak memahami dunia perbankan. Menurutnya manajemen Bank SulutGo (BSG) dibawah kendali komisaris dan direksi yang ada sekarang ini layak untuk dipertahankan karena manajemen yang ada dinilai sangat profesional.

Menurutnya, hal ini bisa dilihat dari indikator pencapaian laba BSG setelah tiga tahun berturut-turut mulai dari tahun 2016 atau dimana sejak para komisaris dan direksi menjabat BSG yang sudah meraup laba sebesar Rp 173 milyar, begitu juga di tahun 2017 yang memperoleh laba Rp 289 milyar, dan pada 2018 memperoleh laba Rp 232,5 milyar.

Lanjut Tuuk, indikator pencapaian BSG kedua dapat dilihat dari pertumbuhan dana dari pihak ketiga, dimana menurut data yang ada mulai dari tahun 2016 mengalami pertumbuhan sebesar Rp 11,2 triliyun, begitupun di tahun 2017 yang mengalami pertumbuhan sebesar 14,075 triliyun dan pada tahun 2018 tumbuh sebesar 14,2 triliyun.

“Terus tumbuhnya profit dari dana pihak ke 3 yang signifikan menunjukan kinerja PT.  BSG sangat baik, bahkan melampaui target dari stakeholder yang berika. Jadi tidak ada alasan untuk mengganti manajemen BSG, ” ungkap politisi PDI Perjuangan ini.

Kepada wartawan, Tuuk juga menegaskan agar pemegang saham mayoritas harus mempertahankan dewan komisaris dan dewan direksi serta, tidak boleh tunduk pada tekanan pemegang saham minoritas.

“Beberapa waktu lalu PT BSG sedikit diguncang berpindahnya RKUD Pemda Bolmong ke BNI.  Menurut saya tidak akan membuat PT BSG goyah,  sebab kepemilikan saham Pemkab Bolmong hanya 1.95%.  Yang seharusnya mereka malu,  karena saham yang sedikit tapi bicaranya kebanyakan. Demikian juga dengan Pemkab Manado yang kepemilikan sahamnya hanya 2.45%,” jelasnya.

Dirinya menandaskan BSG adalah lembaga profit bukan lembaga politik, sehingga orang-orang yang bekerja haruslah para profesional pada bidangnya.

“Sebagai anggota Deprov,  saya berharap stakeholder dapat memutuskan kebijakan mengenai PT BSG dengan mempertahankan dewan direksi dan komisaris yang ada. Sebab management saat ini dihuni oleh para profesional,” tandasnya.

Diketahui RUPS Bank SulutGo sendiri telah selesai di laksanakan pada senin 11/3-2019 dan salah satu keputusan yang di hasilkan adalah jajaran Direksi/Komisaris diberikan kesempatan sampai selesai triwulan pertama ini, minggu ke-4 bulan April akan dievaluasi.

Berikut hasil lengkap keputusan RUPS Bank SulutGo:

1. Direksi/Komisaris diberikan kesempatan sampai selesai triwulan pertama ini, minggu ke-4 bulan April akan dievaluasi.

2.RKUD Manado dan Bolmong,Menunggu perkembangan hasil evaluasi

3. Tantiem 5 persen milik direksi/komisaris, diturunkan menjadi 3,5 persen dan 1,5 persen untuk jasa produksi karyawan.

(RobbyKumaatMononimbar)