James Karinda : Rumah Sakit Pungut Bayaran Pada Peserta BPJS, “Harus Di Kembalikan”

MANADO,INEWSCRIME.COM – Laporan masyarakat untuk rumah sakit yang memberikan obat di luar jangkauan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dinilai semakin minim.

Kondisi ini ditengarai sejak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) gencar melakukan inspeksi mendadak (Sidak).

Teranyar, sebelum Komisi IV DPRD Sulut intens turun lapangan, ada banyak keluhan masyarakat tentang rumah sakit yang memberikan obat di luar BPJS. Cara seperti ini dinilai sangat membebankan pasien yang datang berobat mencari kesembuhan. “Ada laporan dari masyarakat sehingga kita melakukan sidak di semua rumah sakit. Tetap ada rumah sakit yang juga membebankan kepada pasiennya, walupun sudah mendapatkan BPJS. Demikian juga obat dengan alasan tidak tertata dan tidak termasuk dalam BPJS,” ungkap Karinda, Kamis (1/30), di tempat kerjanya.

Pihaknya sudah beberapa kali memanggil rumah sakit ini untuk diberikan peringatan. Setelah hearing dilakukan, agak berkurang keluhan dari masyarakat terkait masalah tersebut. “Tapi sebelumnya banyak sekali. 2018 belum ada laporan. Mereka (rumah sakit, red) meminta uang padahal sudah tertata di BPJS. Sudah kami berapa kali sidak dan pihak rumah sakit itu mengembalikan uangnya. Pihak direktur yang mengambil alih dan mengembalikannya.

“Mereka akan  kembalikan karena semua sudah tertata di BPJS. Jadi kalau ada RS yang pungut bayaran laporkan pada kami, itu pembodohan dan sanksinya berat jika RS tidak kembalikan,”tukas legislator dari Partai Demokrat. (BoB))