Ini Kritik Dan Saran Jems Tuuk Dalam Pembahasan LKPJ Gubernur 2017

Deprov,INewscrime.com- Panitia Khusus (Pansus) LKPJ Tahun Anggaran (TA) 2017, yang diketuai Ferdinand Mewengkang, Jumat (13/4/2018) melakukan rapat bersama SKPD membahas LKPJ tersebut.

Saat rapat berlangsung, sejumlah pertanyaan dan kritik pun terlontar dari anggota pansus.

Seperti disampaikan Ir.Julius Jems Tuuk kepada Badan Kepegawain Daerah (BKD) Sulut, Pol PP Provinsi Sulut, dan BAPPEDA Sulut. Dikatakan oleh Jems Tuuk Seharusnya dipersiapkan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang paham soal IT.

“Masih kekurangan ASN berbasis IT,” tutur Tuuk di rapat.

Tuuk pun mengusulkan, BKD di bawah kepemimpinan Femmy Suluh memberikan beasiswa bagi para ASN yang akan belajar IT. Dan terkait Pol PP, politisi PDIP ini mempertanyakan terkait apa saja prestasi-prestasi yang sudah dicapai.

Bahkan menurut Tuuk, selang digantinya pemimpin di instansi tersebut, hanya E.Humiang yang mampu menjalankan instansi tersebut dengan baik.
“Pak Humiang yang paling tepat, karena mampu mempertahankan aset pemerintah,” ujarnya.

Sementara untuk BAPPEDA Sulut Tuuk menyorot soal data statistik.
“Laporan statistik, ada data yang menurut saya tidak masuk akal. Ada penurunan angka kemiskinan tapi kemampuan belanja menurun. Apalagi, produksi hasil pertanian/perkebunan meningkat. Ini tidak berkolerasi. Harusnya BAPPEDA punya data sendiri,” tutup Legislator dapil Bolaang Mongondow Raya (BMR) ini.

Sekretaris Daerah Provinsi Sulut, Edwin Silangen, ketika ditemui sejumlah awak media usai rapat, dan dikonfirmasi terkait usulan ASN berbasis IT sangat mensupport.
“Ya, terutama soal IT harus diprioritaskan,”tandas Silangen. (Bob)