Indeks Prestasi Turun Drastis, James Karinda Cs Khawatirkan Generasi Muda di Sulut “Terancam” Kalah Bersaing

INEWSCRIME.COM- Miris, generasi muda yang ada di Provinsi Sulawesi Utara terancam kalah bersaing dengan daerah lain. Pasalnya, indeks prestasi pendidikan yang sebelumnya di posisi dua kali ini berada di urutan 28. Angka fantastis yang wajib diperhatikan pemerintah juga Universitas yang ada di Sulut.

Hal ini juga jadi perhatian khusus Komisi IV Bidang Kesejahteraan Rakyat (KESRA) di DPRD Sulut yang diketuai James Karinda,SH.MH.

Saat berkunjung di Kantor Pusat Universitas Politeknik Manado, Senin (4/3/2019) siang, Karinda didampingi Inggrid Sondakh (Wakil Ketua Komisi IV), Meiva Salindeho (Anggota), Siska Mangindaan (Anggota), Muslimah Mongilong (Anggota) dan Herry Tombeng(Anggota) menyampaikan kekuatiran terkait turunnya indeks prestasi tersebut.

“Dewan ada fungsi budgeting.
Indeks prestasi di sulut sangat turun drastis dari nomor 2 menjadi 28 di bawah gorontalo. Angka 28 itu benar-benar pergumulan,” ujar Karinda dihadapan Direktur Universitas Politeknik Ir.Ever Notje Slat, MT, dosen dan mahasiswa.

Lanjut Karinda, demi mengatasi terus merosotnya indeks prestasi pendidikan di Sulut, harus ditunjang dengan ketersediaan anggaran yang memadai.

“Harus di push anggaran, kalau tidak bahaya untuk pendidikan di sulut,” tegas Legislator dapil Manado ini.
Karinda pun menyayangkan ketersediaan dana publik yang masih sangat minim. Sehingga menyebabkan terbatasnya alat dan perlengkapan penunjang pendidikan di Sulut.

“Bagaimana jadinya kampus bila tidak ada komputer. Sekolah dan universitas di daerah lain sudah memikirkan bagaimana cara membuat mobil, kita disini masih memikirkan pengadaan komputer,” seruh dia.

Namun demikian, Karinda berharap
jebolan mahasiswa politeknik mampu bersaing dengan universitas lain.
“Mampu mengambil semua sektor untuk pengembangan ekonomi di Sulut,” tandas Karinda seraya memberikan apresiasi terhadap prestasi para mahasiswa di Universitas Politeknik.

Setali tiga uang, kondisi yang sama juga didapati oleh komisi IV di Kampus Unima dimana Rektor Unima Paula Runtuwene bersama jajarannya mengeluhkan bahwa 3 tahun terakhir belum mendapatkan anggaran dari pusat untuk membangun sarpras (sarana dan prasarana).

Belum lagi kurang berpihaknya dana hibah dari APBD Provinsi Sulawesi Utara yang baru mencapai kisaran 1 Milyar yang menurut mereka sangat kecil di banding dengan Universitas negeri lainnya Di Sulut yang mendapatkan gelontoran dana mencapai 20 Milyar Rupiah.

Menanggapi keluhan Rektor dan. Jajarannya Karinda mengatakan bahwa Unima adalah kebanggaan masyarakat Sulawesi Utara.
“kami tidak mau kampus ini di obok obok, kehadiran Unima membuat ekonomi di Minahasa ini berputar.
Sepanjang kampus ini di obok obok, kampus ini tidak akan mendapat bantuan dari manapun, “tegas Karinda.

(***/RKM)