Hendak Tarik Mobil Anggota Dewan Provinsi Akp Tomy Aruan Diduga jadi Debcollector

Hendak Tarik Mobil Anggota Dewan Provinsi Akp Tomy Aruan Diduga jadi Debcollector

MANADO, INC– Pada hari jumat 13/11-2020 sekira pukul 16.00 di depan Vista Supermarket telah terjadi penghadangan mobil masyarakat oleh debcollector sehingga terjadi keributan dan menyebabkan macet,

Setelah ditelusuri ternyata para debcolektor datang bersama anggota tim Macan Polresta Manado di pimpin langsung Kasat Reskrim Kompol Tomy Aruan

Merasa tidak nyaman, pemilik kendaraan yang merupakan seorang anggota DPRD Sulut berisial CNR bersikeras tidak mau memberikan mobilnya di tarik Sehingga terjadi adu mulut.

Masyarakat yang saat itu melihat peristiwa tersebut langsung menghubungi tim UPRC Sabhara Polda Sulut dan
berselang beberapa menit kemudian tim uprc di pimpin oleh AKP Melki Makawaehe tiba di tkp dan waktu mendekati mobil yg di hadang ternyata pemilik mobil bersama kasat reskrim AKP. Tomy Aruan di dalamnya, kemudian ka tim UPRC menyampaikan agar di selesaikan baik baik, kami tidak terlibat dalam masalah ini namun hanya mengamankan situasi keributan dan macet, ujar AKP Melky Makawaehe.

Selanjutnya terjadi lagi selisih pendapat antara pemilik mobil dengan Kasat Reskrim dan terkesan oleh masyarakat kasat reskrim berusaha membawa mobil tersebut namun pemilik tidak mau serahkan. Berhubung banyak orang sudah berkumpul beberapa saat kemudian pemilik dan kasat reskrim bergerak menuju suatu tempat di ikuti para depcoleptor, akhirnya terjadi negosiasi pemegamg mobil di suruh buat surat pernyataan untuk melunasi tunggakan mobil tersebut sebesar 145 juta selama dua minggu.

Adapun tindakan debt collector yang didampingi oleh Reskrim Polresta Manado ditanggapi warga sebagai hal yang diduga sebagai tindakan in prosedural dimana anggota kepolisian tidak boleh bekerja sama dengan deb collector menarik kendaraan masyarakat. Warga pun mengatakan bahwa perbuatan Tomi Aruan Kasat Reskrin Polresta Manado ini mencederai nama baik institusi dan mencoreng nama baik Kapolda Sulut, Irjen (po)l Putra Panca.

Masyarakat yang ada di TKP pun menyesalkan peristiwa tersebut “Harusnya di tengah pandemi covid- 19 jangan melakukan tindakan yg dapat menyebabkan orang banyak berkumpul, ujar warga yang enggan disebutkan namanya.

Warga tersebut mengatakan bahwa apa yang di lakukan oleh AKP Tomy aruan selaku Kasat Reskrin Polresta Manado itu telah melanggar Peraturan Pemerintah No. 2 Tahun 2003 tentang Peraturan Disiplin Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia
yang bunyinya : Dalam rangka memelihara kehidupan bernegara dan bermasyarakat, anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia dilarang menjadi penagih piutang atau menjadi pelindung orang yang punya utang”.

Tak hanya mendampingi deb collector menarik kendaraan menungga kasat reskrim polresta manado Tomi Aruan ini juga diduga kuat telah bekerja sama dengan perusahaan eksternal dimana setiap debcollector berhasil menarik unit kendaraan kasat reskrim dan timnya akan mendapat bagian uang biaya penarikan.

Atas tindakan Kasat Reskrim Polresta Manado yang dinilai sangat meresahkan masyarakat kota Manado warga bermohon kepada jederal Irjen (Pol) Putra Panca selaku Kapolda Sulut untuk dapat mengevaluasi kasat reskrim polresta manado Tomi Aruan demi dan atas dasar kepercayaan masyarakat.

Terpisah, AKP Tomi Aruan saat dikonfirmasi iINewscrime.com via whatsapp terkait hal tersebut berkelit dan mengatakan bahwa itu bukan penghadangan melainkan proses penyitaan penyitaan yang dilakukan oleh Reskrim Polresta Manado.

(Redaksi)